Persib Bandung Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026 Usai Tekuk DPMM FC
Dedy Herdiana July 29, 2026 08:35 AM

 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Persib Bandung dipastikan lolos ke babak semifinal Piala Presiden 2026, setelahnya menumbangkan DPMM FC, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026) malam.

Meski awalnya Persib Bandung menurunkan pemain lapis keduanya saat menghadapi DPMM FC. Namun, akhirnya bisa mengalahkannya dengan skor 1-0.

Di babak pertama dari penjaga gawang hingga lini depan diisi oleh pemain yang di laga sebelumnya menjadi cadangan dan tak dimainkan, hanya Kakang Rudianto dan Ikhwan Ali Tanamal, yang kembali menjadi starter.

Pemain asing pun hanya menurunkan Julio Cesar di bek tengah dan Ramon Tanque yang jadi striker. Kebanyakan Persib menurunkan pemain muda, seperti Fitrah Maulana, Nazriel Alfaro, Rafi Rasyiq, Dion Markx, dan Adzikry.

Hanya Dedi Kusnandar yang menjadi kapten dan Hamra Hahenusa pemain senior yang diturunkan di babak pertama saat menghadapi DPMM FC ini.

Baca juga: Susunan Pemain Persib Bandung vs DPMM FC, Lengkap Prediksi Skor dan Link Live Streaming

Walau demikian kedua tim terlihat sama kuat, mampu saling menyerang, namun pertahan kedua tim ini tak mudah ditembus.

Sempat gawang Fitrah Maulana kebobolan di menit 13, untungnya  Dalberto yang mencetak gol, sudah berada dalam posisi offside, sehingga gol dianulir wasit.

Di awaL babak kedua Persib melakukan beberapa pergantian pemain, dengan memasukkan Berguinho, Luka Menalo, Uilliam Barros, menggantikan Hamra Hahenusa, Rafi, dan Adzikry.

Dengan pergantian tersebut permainan Persib terlihat perbedaannya, lebih banyak menekankan lawannya, Persib kembali menarik Dion Markx yang terlihat meringis kesakitan, digantikan oleh Patricio Matricardi.

Di menit 63 Persib kembali melakukan pergantian pemain, menarik Nazriel dan Ramon memasukkan Adam Alis dan Balsa Skulic.

Masuknya para pemain tersebut membawa perubahan yang cukup signifikan, dalam intensitas yang dibangun Persib. Jauh berbeda dengan babak pertama yang terasa sulit menembus pertahanan lawan.

Serangan demi serangan terus digencarkan Persib Bandung, bahkan beberapa peluang didapatkan, seperti saat terjadi kemelut di depan mulut gawang namun bola yang disepak Sekulic saat itu hanya membentur tiang gawang.

Baca juga: Bobotoh Persib Senang! Umuh Muchtar Gandeng Mariano Peralta Tiba di Bandung Naik Whoosh

Akhirnya usaha para pemain Persib ini berbuah manis, saat Luka Menalo yang mencoba melewati pemain belakang DPMM dalam kotak penalti,  ia ditarik, hingga wasit yang memimpin pertandingan, Candra menunjuk titik putih.

Sekulic yang mengeksekusi tendangan penalti, mengarahkan bola ke sisi kirinya, tapi tertahan oleh penjaga gawang DPMM, Samuel Jacob. Namun, bola yang memantul berhasil kembali disepak Sekulic hingga menjebol gawang DPMM di menit 74.

Dengan demikian Persib unggul satu gol atas lawannya DPMM. Setelah tertinggal gol, tim asal Brunei ini mencoba menyamakan kedudukan, tapi tentu barisan pertahanan Persib tetap kokoh. Bahkan mereka kembali dipaksa untuk bertahan oleh para pemain Persib, yang tak mengendorkan serangannya.

Bahkan Gakuto Notsudan dan Faris Abdul Hafiz dimasukkan menggantikan Kakang Rudianto dan Dedi Kusnandar di menit 83. Tentunya, ini menambah tenaga baru dalam pertahanan dan lini tengah untuk mengalirkan bola.

Serangan pun lebih gencar di akhir pertandingan, namun hingga berakhirnya laga, tak ada gol kembali yang tercipta, dan skor tetap 1-0.

Dengan hasil ini, Persib dipastikan lolos ke babak semifinal karena kini memiliki 6 poin, sedangkan pertandingan di grup A hanya tersisa satu laga bagi setiap timnya.

Adapun pesaing lainnya di grup A, Arema FC memiliki 3 poin karena sebelumnya mengalahkan Tampines Rovers  2-1. Sedangkan Tampines Rovers dan DPMM FC memiliki poin yang sama, yakni 1 poin.

Sehingga ketiga tim lainnya di grup A tak ada yang bisa mengejar poinnya, meski Persib tak mendapatkan poin di laga terakhir fase grup menghadapi Tampines Rovers.

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengungkapkan, pada pertandingan-pertandingan di awal musim seperti ini, aspek yang lebih penting adalah kondisi fisik dan kebugaran pemain dibandingkan taktik.

"Karena itu, bisa melihat perbedaan yang cukup besar antara pertandingan pertama dan kedua. Terlihat para pemain mulai merasakan kelelahan pada laga kedua," ujar Igor setelah laga.

Igor mengatakan, meski melakukan banyak pergantian pemain dan menurunkan beberapa pemain yang tidak banyak bermain pada pertandingan pertama, mereka memanfaatkan kesempatan itu dengan sangat baik.

"Kami memiliki beberapa pemain yang sangat, sangat bertalenta, saya sangat menyukai penampilan mereka, terutama di babak pertama. Mereka masih muda, tetapi bermain tanpa rasa takut, menikmati kesempatan yang diberikan, menikmati atmosfer stadion, dan menikmati dukungan para suporter," kata Igor.

Igor mengaku, dirinya tidak ingin menyebut nama satu per satu, tetapi mereka tahu siapa yang saya maksud.

"Dengan dukungan para pemain senior yang lebih berpengalaman, kami mampu melewati babak pertama dengan baik," ujar dia.

Di babak kedua Igor menjelaskan, pihaknya ingin meningkatkan level permainan, bermain dengan tempo yang lebih cepat, dan lebih berbahaya di depan gawang lawan.

"Para pemain yang masuk dari bangku cadangan memberikan hal itu kepada kami dan berhasil menciptakan banyak peluang. Namun, seiring pertandingan berjalan hingga akhir, Anda bisa melihat level permainan kedua tim mulai menurun, dan itu adalah hal yang normal," tuturnya.

Menurut Igor, sebenarnya tidak seharusnya bermain setiap tiga hari sekali pada awal musim, jadwal seperti ini biasanya terjadi pada November atau Desember.

"Tetapi sekarang kami sudah mengalaminya, kami telah memainkan dua pertandingan, menang 1-0 di kedua laga, lolos ke semifinal, lalu masih ada satu pertandingan fase grup dan dua pertandingan lagi," katanya.

Igor berharap, semua pemain bisa melewati periode ini tanpa masalah dan tidak ada dampaknya terhadap persiapan kami menghadapi laga kualifikasi ACL.

"Kita lihat saja bagaimana semuanya akan berakhir," katanya.

Saat disinggung mengenai kondisi Gabriel Mutombo yang tak masuk daftar susunan pemain, Igor menjelaskan, hal seperti ini cukup sering terjadi pada pemain yang baru datang ke Indonesia.

"Mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan cuaca, iklim, bahkan virus yang ada di lingkungan baru. Pagi ini dia (Mutombo) melaporkan sedang sakit," ujar Igor.

Igor mengatakan, dalam sepak bola, tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, pihaknya sudah membuat rencana, tetapi tiba-tiba ada pemain yang jatuh sakit dalam satu hari.

"Semua pemain memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Saya sendiri ketika pertama kali datang dua tahun lalu juga mengalami masalah, selama dua hingga tiga minggu pertama, setelah itu semuanya berjalan normal," ucapnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.