Laporan: Liverpool menyiapkan langkah besar untuk penerus Salah
Dewi Rahayu July 29, 2026 09:56 AM

EPL Index

·28 Juli 2026

EPL Index

·28 Juli 2026

Musim panas Liverpool mulai memiliki arah yang jelas. Kehadiran pelatih kepala baru, lini serang yang dirombak, dan tekanan ekspektasi yang sudah akrab telah membuat bursa transfer ini berada di bawah sorotan tajam. Menurut The Athletic, arah pikir klub kini semakin terang, dan bagi para pendukung Liverpool, tema utamanya sudah terlihat jelas: Bradley Barcola, kedalaman pertahanan, serta masa depan sejumlah gelandang binaan akademi.

Di Anfield, setiap bursa transfer cenderung berubah menjadi ajang penilaian atas ambisi. Hal itu kini terasa semakin nyata. Andoni Iraola datang ke salah satu jabatan paling menuntut dalam sepak bola, dengan tugas mengembalikan Liverpool ke puncak setelah musim 2025-26 yang berat. Laporan terbaru menyebutkan bahwa ia dan klub tengah mengutamakan kualitas ketimbang penumpukan pemain, dan jika pendekatan itu bisa diwujudkan sebelum tenggat, Liverpool masih bisa mengubah ketidakpastian menjadi momentum.

Judul utama dari The Athletic sangat tegas dan menarik: “Bradley Barcola tetap menjadi target utama Liverpool saat mereka berupaya merekrut pengganti elite untuk Mohamed Salah.” Kalimat itu saja sudah menggambarkan besarnya tantangan. Menggantikan Salah di era apa pun akan menjadi salah satu tugas tersulit di sepak bola Eropa. Menggantinya sekarang, sambil sekaligus menanamkan pelatih baru, membuat taruhannya semakin tinggi.

Barcola adalah nama yang memadukan pesona dan modernitas. Muda, matang secara teknis, dan sudah bermain di level elite, ia cocok dengan profil penyerang yang bisa memberi energi besar di lapangan sekaligus mengangkat suasana di sekitar klub. Laporan itu menambahkan bahwa “Mendatangkan pemain internasional Prancis berusia 23 tahun itu akan menjadi pernyataan niat besar di awal masa jabatan pelatih kepala baru Andoni Iraola, tetapi mencapai kesepakatan dengan Paris Saint-Germain tidak akan mudah.” Tidak ada misteri besar di sana. PSG tidak mudah melepas talenta utama, dan Liverpool tahu mereka akan bernegosiasi dari posisi yang kuat secara finansial dan strategis.

Foto IMAGO

Namun, ada logika di balik semua ini, bukan sekadar kegembiraan yang tampak jelas. Lini serang Liverpool kini berada dalam keadaan rapuh. The Athletic mencatat, “Dengan Salah pergi dan Hugo Ekitike absen hingga pertengahan musim ini setelah mengalami cedera Achilles, tambahan amunisi di lini serang menjadi kebutuhan, dan Barcola akan menjadi tambahan yang sangat menarik.” Kata kuncinya adalah kebutuhan. Ini bukan perburuan demi gengsi, bukan pula pemanjaan di pasar yang glamor. Liverpool membutuhkan kecepatan, tusukan, dan kepastian di sepertiga akhir, dan Barcola tampak mampu menjawab ketiganya.

Ada pula sisi simbolis dari langkah seperti itu. Liverpool kerap membuat keputusan terbaik ketika mereka bertindak dengan keyakinan penuh, menentukan target utama lalu mengejarnya dengan disiplin. Keberhasilan mendatangkan Barcola bukan hanya akan menggantikan kontribusi, tetapi juga menegaskan bahwa klub masih berniat berada di meja teratas Eropa, meski sempat diguncang ketidakpastian.

Jika lini serang menuntut kemewahan, pertahanan menuntut pragmatisme. Tim rekrutmen Liverpool jelas memahami kenyataan itu. The Athletic melaporkan bahwa “Selain perlu merekrut pemain sayap, Liverpool juga sedang mempertimbangkan opsi untuk lini tengah dan pertahanan.” Itu adalah mandat yang luas, tetapi bagian pertahanan terasa paling mendesak.

Iraola sendiri sudah memberi diagnosis paling jelas. Ia mengakui Liverpool “tipis” di sektor pertahanan, dan dalam satu kata itu terkandung kejujuran sekaligus peringatan. Laporan tersebut menjelaskan bahwa “Giovanni Leoni dan Conor Bradley sama-sama masih dalam pemulihan dari cedera lutut serius. Idealnya, mereka perlu merekrut bek yang bisa menutup peran bek tengah dan bek kanan.” Bagi Liverpool, itu terdengar bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan operasional.

Fleksibilitas sudah lama dihargai di Anfield, dan alasannya jelas. Irama musim bisa hancur oleh cedera, terutama ketika kompetisi berjalan di banyak front domestik dan Eropa. Seorang bek yang mampu bermain sebagai bek tengah dan bek kanan akan memberi keseimbangan, ketahanan, dan keluwesan taktik. Itu juga akan mencegah Liverpool membebani pemain yang baru pulih atau memaksa gelandang mengisi posisi darurat.

Ada sesuatu yang menyegarkan dari realisme Iraola yang tampak jelas. Ia tidak membungkus masalah dengan bahasa manajerial yang kabur, dan tidak juga menghindarinya. Ia melihat kekurangan dan ingin segera memperbaikinya. Pelatih yang baik sering memulai dari kejujuran, dan departemen rekrutmen Liverpool seharusnya merespons dengan cepat. Klub ini memiliki cukup pengalaman institusional untuk tahu bahwa musim bisa berubah arah tergantung apakah kekurangan seperti ini diselesaikan pada Juli dan Agustus atau justru disesali pada November dan Desember.

Salah satu subplot yang lebih sensitif menyangkut lini tengah. Liverpool bukan hanya berbelanja, mereka juga sedang menilai ulang. The Athletic menulis, “Terkait lini tengah, banyak hal akan bergantung pada apa yang terjadi dengan masa depan Curtis Jones dan Harvey Elliott.” Keduanya bukan sosok pinggiran dalam ekosistem emosional Liverpool. Keduanya berbakat, sama-sama pernah menunjukkan prospek, dan kini berada di titik ketika potensi harus berubah menjadi otoritas.

Jones berada dalam posisi yang sangat sensitif. “Jones berada di tahun terakhir kontraknya dan musim panas ini menjadi subjek ketertarikan dari Inter Milan.” Bagi Liverpool, membiarkan pemain lokal berbakat memasuki tahun terakhir kontraknya tanpa kejelasan selalu membawa risiko, baik secara strategis maupun simbolis. Jones punya kualitas yang cocok untuk lini tengah modern, tetapi sepak bola di level ini tidak mengenal belas kasihan dalam tuntutan konsistensi. Jika perpanjangan kontrak tak bisa disepakati, Liverpool mungkin harus memutuskan apakah sentimen masih bisa berjalan berdampingan dengan perencanaan skuad.

Situasi Elliott berbeda, tetapi tidak kalah penting. Laporan itu menyebut, “Elliott menunggu untuk melihat di mana posisinya terkait potensi waktu bermain setelah kembali dari musim pinjaman yang mengecewakan di Aston Villa.” Ada nuansa getir dalam kalimat itu. Elliott tetaplah pemain dengan sentuhan dan imajinasi, tetapi kariernya membutuhkan momentum. Ia tidak bisa terus berjalan di musim lain yang setengah terpakai dan setengah terdefinisi. Iraola harus segera memutuskan apakah Elliott punya peran sentral dalam rencananya atau justru masa depan sang pemain berada di tempat lain.

Ada pula penyebutan menarik mengenai pemain muda. “Ada harapan besar untuk pemain muda Trey Nyoni, tetapi masih harus dilihat apakah pemain berusia 19 tahun itu bisa memaksa masuk ke rencana Iraola untuk musim ini atau ia dipinjamkan untuk mendapatkan menit bermain reguler di tim utama.” Liverpool kerap diuntungkan ketika mereka memberi kepercayaan kepada talenta muda pada momen yang tepat. Nyoni masih bisa meraih kesempatan itu. Di sisi lain, masa pinjaman yang tepat juga bisa mengasah pemain lebih cepat dibandingkan penampilan singkat yang jarang. Ini adalah keputusan lain yang akan banyak mengungkap prioritas Iraola.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.