TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah di Pelabuhan Belitung
Fitriadi July 29, 2026 09:21 AM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Upaya penyelundupan pasir timah dan balok timah ilegal kembali digagalkan aparat TNI Angkatan Laut di Kabupaten Belitung.

Dilansir situs resmi TNI AL, dalam operasi gabungan di kawasan Pelabuhan Pelindo Tanjungpandan, Belitung itu tim mengamankan sekitar enam ton komoditas timah dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp4,17 miliar.

Operasi yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026) itu melibatkan personel Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti TNI dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3).

Penindakan dilakukan setelah aparat menerima informasi intelijen mengenai pergerakan mencurigakan sebuah truk yang diduga hendak mengirim hasil tambang ilegal melalui jalur laut.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menyita 200 kampil bijih timah kering dengan berat sekitar 5,2 ton serta 34 balok timah hasil peleburan industri rumahan seberat sekitar 873 kilogram.

Berdasarkan estimasi harga pasar domestik, nilai bijih timah diperkirakan mencapai Rp3,649 miliar, sedangkan balok timah sekitar Rp523,8 juta. 

Total potensi kerugian negara yang berhasil dicegah ditaksir sebesar Rp4,172 miliar.

Seluruh barang bukti bersama pihak-pihak yang diamankan kini dititipkan di Gudang STP Badau milik PT Timah di Belitung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

TNI AL juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Belitung guna memastikan proses hukum berjalan transparan hingga tuntas.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam memperketat pengawasan terhadap penyelundupan sumber daya alam yang dinilai merugikan negara.

Langkah itu sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali agar setiap praktik penyelundupan di wilayah perairan Indonesia ditindak secara tegas.

Terus Berubah

Sebelumnya, pemerintah mengungkap pola penyelundupan timah kini terus berubah.

Jika sebelumnya pengiriman ilegal banyak dilakukan langsung dari Bangka menuju Singapura atau Malaysia menggunakan kapal, pelaku kini memanfaatkan jalur darat menuju Jakarta sebelum kembali dikirim melalui laut.

Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Kresno Pratowo mengatakan para pelaku memanfaatkan speedboat dan dermaga-dermaga tersembunyi untuk menghindari pengawasan aparat.

Menurutnya, pola baru itu membuat penyelundupan lebih sulit terdeteksi karena menggunakan jalur tikus di wilayah pesisir dan perbatasan.

Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia menambahkan, sebagian pelaku kini mengangkut timah menggunakan truk, menyeberangkannya dengan kapal roll-on/roll-off (roro), lalu menerapkan modus "lepas kunci" untuk mengelabui pemeriksaan.

Meski barang bukti telah diamankan, penyidik masih menelusuri jaringan yang terlibat.

Hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan. Proses penyidikan dilakukan bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian ESDM sebelum perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

"Kami akan mengembangkan sejauh mana keterlibatan pihak maupun perusahaan yang terkait dalam jaringan penyelundupan ini," kata Uki. (Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.