Miris, Siswa SD DDI Toppong Polman Belajar di Bangunan Kayu Hampir Ambruk dengan Lantai Tanah
Nurhadi Hasbi July 29, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Sebanyak 14 siswa SD DDI Toppong di Dusun Seppong Batu, Desa Landi Kannusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di bangunan yang kondisinya nyaris ambruk.

Ruang kelas jauh yang berjarak sekitar 15 kilometer dari sekolah induk di Dusun Toppong itu juga masih berlantaikan tanah.

Saat musim hujan, lantai kelas kerap becek sehingga mengganggu kenyamanan proses belajar.

Bangunan berukuran sekitar 3 x 5 meter tersebut hanya memiliki dua ruangan.

Baca juga: Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Disabilitas di Darma Polman Batal Dapat Bantuan Bedah Rumah

Namun, satu ruangan sudah tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan parah.

Sementara itu, satu ruangan lainnya masih dimanfaatkan sebagai tempat belajar bagi siswa kelas I hingga kelas VI.

Tiang dan dinding bangunan terbuat dari kayu, sedangkan atapnya menggunakan seng.

Sejumlah bagian tiang dan dinding terlihat miring, bahkan beberapa papan dan balok kayu telah lapuk hingga terlepas dimakan usia.

Selain kondisi bangunan yang memprihatinkan, fasilitas belajar juga sangat terbatas.

Sekolah hanya memiliki beberapa meja, kursi, papan tulis, serta buku bacaan yang sebagian besar sudah usang.

Orang Tua Khawatir, Sekolah Berharap Bantuan Pemerintah

Kondisi bangunan yang nyaris roboh membuat para orang tua siswa dihantui rasa khawatir, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

"Kita takut, apalagi kalau ada angin kencang atau hujan deras. Kita takut, tapi mau mi diapa," ujar salah seorang orang tua siswa, Rusmiati, kepada wartawan.

Rusmiati mengatakan kelas jauh tersebut hanya memiliki seorang guru.

Apabila guru berhalangan hadir, para siswa terpaksa diliburkan karena tidak ada tenaga pendidik yang menggantikan.

Menurutnya, bangunan sekolah itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar pada 2012 dan hingga kini belum pernah mendapat perbaikan.

Guru SD DDI Toppong, Sugianto, mengatakan kelas jauh tersebut saat ini menampung sekitar 14 siswa dari kelas I hingga kelas VI.

Selain itu, terdapat seorang anak yang masih berstatus murid taman kanak-kanak (TK) dan seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang ikut belajar di lokasi tersebut.

SEKOLAH NYARIS AMBRUK - Bangunan kelas jauh Sekolah Dasar (SD) DDI Toppong di Dusun Seppong Batu, Desa Landi Kannusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), nyaris ambruk, Selasa (28/7/2026). (Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli)

Ia menjelaskan, kelas jauh dibangun agar anak-anak di Dusun Seppong Batu tetap dapat mengenyam pendidikan karena sekolah terdekat berada cukup jauh dan harus ditempuh melewati kawasan hutan.

Namun, pihak sekolah belum mampu memperbaiki bangunan yang kondisinya semakin memprihatinkan.

Harapan untuk memperoleh bantuan pemerintah juga belum terwujud karena sekolah tersebut berstatus swasta.

"Memang kondisi sekolah sudah sangat membahayakan, bahkan hampir roboh. Tapi apa daya kami, selama ini belum ada perhatian. Kendalanya karena status sekolah swasta," ujar Sugianto.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan membantu pembangunan ruang kelas yang layak agar para siswa bisa belajar dengan aman, nyaman, dan tenang. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.