Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya menerima kunjungan akademis internasional dari 32 mahasiswa Program Studi Teknologi Lingkungan Mahidol University Thailand, pada Selasa (28/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa dari kampus jenjang global ini mempelajari secara langsung sistem dan teknologi pengolahan air minum yang diterapkan oleh BUMD milik Pemkot Surabaya tersebut di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang.
Didampingi oleh 14 mahasiswa serta dosen dari Universitas Airlangga (Unair), para peserta diajak menelusuri alur pengolahan air baku sungai hingga siap didistribusikan ke masyarakat.
Baca juga: Surabaya Pilot Project Perlinsos Digital, 25 Ribu KK Dicoret, 175 Ribu Warga Baru Terjaring Bansos
Manajer Produksi Karangpilang PAM Surya Sembada, Didik Hariyanto, menyambut positif kolaborasi ini sebagai ajang memperluas jejaring internasional dan berbagi inovasi teknis.
"Kami sangat senang menyambut kedatangan rekan-rekan mahasiswa dari Mahidol University Thailand serta Universitas Airlangga. Kami berbagi pengetahuan mengenai proses pengolahan air bersih dan teknologi filtrasi yang andal untuk melayani masyarakat Kota Surabaya," kata Didik, Rabu (29/7/2026).
Dosen pendamping dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair, Danar Arifka Rahman, menjelaskan bahwa IPAM Karangpilang dipilih karena memiliki sistem filtrasi yang sangat relevan dengan disiplin ilmu para mahasiswa.
Menurutnya, kemampuan PAM Surya Sembada dalam mengolah air baku yang mayoritas berasal dari sungai hingga menghasilkan air minum berkualitas tinggi menjadi daya tarik akademis tersendiri.
Para mahasiswa diajak meninjau langsung area operasional IPAM Karangpilang 1 dan 2.
Didampingi jajaran supervisor dan staf teknis senior, peserta melihat dari dekat tahap prasedimentasi, penyaringan, hingga teknologi filtrasi akhir.
Perwakilan mahasiswa Mahidol University—kampus peringkat ke-3 di Thailand dan ke-276 dunia versi QS WUR 2027—Puncharatt Janya, mengaku terkesan dengan efektivitas pengolahan air di Surabaya.
"Kami melihat secara langsung sistem pengolahan air di Surabaya. Kunjungan ini memberikan banyak wawasan baru mengenai teknologi pengolahan air yang efektif. Selain itu, suasana, budaya, dan masyarakat di Surabaya sangat ramah dan hangat," tutur mahasiswi yang akrab disapa Kaowpun tersebut.
Kunjungan studi lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian program pertukaran mahasiswa (student exchange) antara Mahidol University dan Unair yang berlangsung selama sepekan di Surabaya.