Karhutla Berulang di Bomberai, Asap Pekat Ancam Kesehatan Warga
Hans Arnold Kapisa July 29, 2026 12:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda Distrik Bomberai, Selasa (28/7/2026).

Asap pekat yang ditimbulkan membuat jarak pandang terbatas dan menimbulkan keresahan warga karena berpotensi mengganggu pernapasan.

Kapolsek Bomberai, IPTU Aldin La Adi, dalam rilis pers menyampaikan bahwa Karhutla berulang ini harus ditangani secara bersama-sama oleh seluruh pihak.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Polsek Bomberai bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke permukiman,” ujarnya.

Menurut IPTU Aldin, titik api mulai terpantau sekitar pukul 11.00 WIT. Cuaca terik dan hembusan angin membuat api cepat merambat.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kebakaran diduga dipicu oleh sisa bara api dari kejadian sehari sebelumnya di Kampung Pinang Agung.

“Kondisi cuaca panas dan angin kencang menyebabkan bara api kembali menyala dan memunculkan titik-titik api baru,” jelasnya.

Baca juga: Karhutla Berulang di Tomage-Bomberai, Tim BPBD Fakfak Siaga di Lokasi

Upaya Pemadaman

IPTU Aldin bersama personel Polsek Bomberai, Tim Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga setempat berupaya melakukan pemadaman.

Mereka juga memberikan imbauan kepada masyarakat serta melakukan sterilisasi terhadap bara api agar tidak memicu kebakaran susulan.

“Meski dihadapkan pada lahan gambut yang mudah terbakar, keterbatasan sumber air, dan akses sulit, kami tetap berupaya maksimal menahan laju api agar tidak memasuki kawasan permukiman,” tegasnya.

Hingga pukul 14.45 WIT, proses pemadaman dan pemantauan masih berlangsung. Personel Polsek Bomberai tetap berada di lokasi untuk memastikan api tidak semakin meluas.

Baca juga: Polsek Bomberai Gerak Cepat Tangani Karhutla, Bhabinkamtibmas Intensifkan Edukasi

Dampak Asap

Selain mengancam hutan dan lahan, asap yang ditimbulkan mulai mengganggu aktivitas warga, menurunkan kualitas udara, dan berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan.

Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Polres Fakfak melalui Polsek Bomberai mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla.

“Tidak membuka lahan dengan api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat bila menemukan titik api sekecil apa pun,” imbau IPTU Aldin.

Sinergi seluruh elemen masyarakat disebut menjadi kunci agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak lebih besar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.