TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabut tipis masih menggantung rendah di atas permukaan air, berpadu dengan hembusan angin dan udara sejuk di Muara Sungai Opak, Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (29/7/2026) pagi.
Tanpa suara mesin yang bising, hanya ada sejumlah orang dengan canda tawa dan cipratan air dari setiap bilah dayung masuk ke dalam permukaan air laut.
Dari kejauhan, juga terlihat sejumlah orang berdiri tegak di atas papan pelampung.
Itulah paddle board, salah satu atraksi wisata yang menawarkan pengalaman tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menenangkan jiwa.
Wisata air ini telah bertransformasi dari olahraga ekstrem menjadi salah satu gaya berlibur paling diminati masyarakat berbagai daerah.
Ina (24), warga Minggir, Kabupaten Sleman, menjadi seorang wisatawan yang menikmati atraksi wisata itu.
Ia mengaku sudah lama ingin mencoba atraksi viral tersebut bersama temannya.
Bahkan, ia telah melakukan reservasi untuk menikmati atraksi itu sejak sebulan terakhir.
"Saya dapat info ini kan dari sosial media. Terus saya reservasi dengan pengelolanya. Kebetulan dapat jadwalnya hari ini. Jadi, saya sama teman mencoba wisata ini," ucapnya, saat dijumpai di Muara Sungai Opak.
Ina mengaku baru pertama kali mengikuti atraksi tersebut.
Sesampainya di lokasi, Ina dan rekannya langsung mendapatkan arahan dari pihak pengelola bagaimana cara menggunakan atraksi wisata paddle board.
Selanjutnya, mereka mencoba atraksi itu di aliran Muara Sungai Opak.
"Kebetulan saya ambil paket couple. Harganya Rp500 ribu untuk dua orang. Ternyata asyik juga. Ini jadi pengalaman pertama saya yang bakal saya ingat terus," tutur Ina.
Baca juga: Dishub Bantul dan Tim Gabungan Tertibkan Sejumlah Titik Parkir Liar
Penggiat Paddle Board Jogja, Yusuf Pratama, menyampaikan, atraksi wisata itu dimulai pada September 2025.
Ide atraksi wisata air ini muncul dari sebuah unggahan di media sosial, sehingga ia berusaha menerapkan hal yang sama.
"Saya menilai kalau paddle board dilakukan di sini (Muara Sungai Opak), sepertinya berpotensi berkembang. Akhirnya kami beli paddle dan buat konten-konten sendiri dan ternyata konten itu viral jadi kami buka atraksi wisata," kata dia.
Atraksi itupun ia kelola bersama rekan-rekannya dengan mengedepankan standar keamanan.
Di mana, setiap wisatawan yang ingin menikmati atraksi itu mendapat penjelasan, menggunakan baju pelampung, dan mendapat pendampingan.
"Jadi, kalau misalnya pengunjung jatuh ke air tidak perlu panik. Karena selain sudah menggunakan baju pelampung, mereka juga mendapatkan pendampingan dari teman-teman kami," ujarnya.
Dikarenakan alat paddle board masih bersifat terbatas, maka pengunjung yang ingin menikmati wisata itu diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui sosial media Instagram @paddleboard.jogja.
Adapun tarif paddle board mulai dari Rp100 ribu sampai Rp1 juta.
Tarif Rp100 ribu berlaku per orang tanpa dokumentasi.
Sementara tarif Rp350 ribu per orang dengan dokumentasi drone
Ada juga tarif seharga Rp500 ribu per dua orang dengan dokumentasi drone.
Untuk tarif Rp750 ribu per tiga orang dengan dokumentasi drone.
Dan tarif seharga Rp1 juta per empat orang dengan drone.
"Nanti, wisatawan bisa bermain paddle board dengan durasi 40 menit sampai satu jam. Tapi, atraksi itu untuk pagi hari dari jam 05.30-09.00 WIB, karena di atas itu anginnya kencang. Dan sejauh ini, peminatnya banyak dari luar kota," tandas dia.(*)