Prediksi Terbaru BMKG soal El Nino, Kategori Sangat Kuat-Bertahan sampai Awal 2027
GH News July 29, 2026 12:10 PM
Jakarta -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan beberapa prediksi terbaru soal El Nino. Informasi tersebut berbarengan dengan disampaikannya jadwal puncak musim kemarau 2026.

KepalaBMKG,Teuku FaisalFathani, mengatakan pihaknya akan secara aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi dampak kondisi iklim saat ini.

"BMKG secara aktif berkomunikasi, berkoordinasi, serta melakukan pendampingan kepada pemangku kepentingan di tingkat daerah, seperti pemerintah daerah (pemda), Forkopimda, BPBP, dan semua pihak yang membutuhkan informasi yang lebih detail dan bagaimana cara memitigasi serta beradaptasi terkait dengan kondisi iklim yang terjadi saat ini," ujar Teuku Faisal Fathani, dalam Instagram @infobmkg dikutip Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan perhitungan BMKG per pertengahan Juli 2026, intensitas El Nino mencapai 75% atau sangat kuat. Fenomena ini akan mengurangi curah hujan di sebagian besar Indonesia hingga Oktober 2026.

Adapun terdapat tiga bulan terpanas yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Cek daftarnya berikut ini.

Jadwal Puncak Kemarau 2026 di Indonesia

1. Bulan Juli (83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26% wilayah)

Sebagian SumateraSebagian kecil Kalimantan dan JawaNusa Tenggara Timur bagian selatanSulawesi Barat bagian utaraSulawesi Tengah bagian baratSebagian kecil MalukuPapua Barat Daya bagian selatanPapua Barat bagian tengahPapua bagian timur

2. Bulan Agustus (369 ZOM atau 48,48% wilayah)

Sumatera bagian tengahSebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara BaratSebagian Nusa Tenggara TimurSebagian besar KalimantanSebagian SulawesiSebagian Maluku dan Maluku UtaraSebagian besar Pulau Papua

3. Bulan September (169 ZOM atau 25,41% wilayah)

Kepulauan Bangka BelitungSebagian besar Sumatera SelatanLampungSebagian kecil JawaSebagian besar Nusa Tenggara TimurKalimantan bagian selatanSebagian besar SulawesiSebagian besar Maluku UTaraSebagian MalukuPapua Pegunungan bagian tengah

Rekomendasi dariBMKG

Untuk mengatasi dampak kemarau ini, BMKG memberikan rekomendasi pada sejumlah sektor di Indonesia:

1. Sektor panganBMKG menyarankan agar petani menyesuaikan jadwal tanam. Selain itu, pilihlah varietas tanaman hemat air dan tahan kering.

2. Sumber daya airUntuk mengatasi kekeringan, pemerintah perlu mengoptimalisasi semua sumber air sebagai cadangan.

3. EnergiDalam halnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), pihak berwajib perlu memastikan kapasitas air bendungan aman untuk operasional.

4. KesehatanPemerintah daerah wajib menyiapkan respons cepat antisipasi polusi udara pemicu ISPA.

5. Pengelolaan lahanDemi mencegah kebakaran hutan dan lahan, pemerintah perlu melakukan pemantauan dini, patroli terpadu, dan respons cepat antisipasi dampak karhutla.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.