BOLASPORT.COM - Pembalap CFMoto Aspar Team, Maximo Quiles, menikmati libur musim panas pada jeda paruh musim Moto3 2026.
Quiles menyelesaikan 11 balapan musim ini dengan sudah keunggulan 104 poin di puncak klasemen.
Dia ingin memanfaatkan libur paruh musim setelah melewati rangkaian balap yang melelahkan.
"Tentu saja. Saya suka balapan, tetapi saya juga perlu istirahat sesekali," kata Quiles, dilansir BolaSport.com dari Speedweek.
"Saat sampai di rumah, saya mencoba untuk sedikit bersantai dan mengisi ulang energi."
"Tidak sepenuhnya. Gym, bersepeda, dan latihan kardio tetap menjadi bagian dari rutinitas harian saya," kata Quiles yang tidak berhenti berlatih selama musim libur.
"Tetapi saya mencoba memberi diri saya satu hari libur sepenuhnya untuk menjernihkan pikiran," ujarnya.
Quiles kemudian mengungkapkan pembalap yang memiliki banyak kenangan bersamanya.
Dia menyebut nama Brian Uriarte dan Alvaro Carpe sebagai pembalap yang paling sering dilawan.
Brian Uriarte yang baru menjadi rival Veda Ega Pratama pada Red Bull Rookies Cup 2025 dan JuniorGP 2025 itu sudah balapan bersama Quiles sejak kecil.
"Saya jelas paling sering balapan bersama dan melawan Brian Uriarte sejak kecil," kata Quiles.
"Kami sudah saling kenal sejak kelas mini-bike 110cc," tutur Quiles soal Uriarte.
"Saya bahkan mulai balapan lebih awal dengan Alvaro Carpe, ketika kami berusia empat atau lima tahun, tetapi karena dia selalu berada di kelas yang lebih tinggi, kami tidak sering bertemu di balapan," ujar Quiles soal Carpe.
Quiles juga mengungkapkan pemahaman dirinya terhadap reaksi lawan-lawannya di lintasan.
Dia mengaku mempelajari kepribadian dan gaya membalap para rival-rivalnya.
"Kurang lebih, ya. Setiap pembalap memiliki kepribadian dan gaya mengemudi yang berbeda," kata Quiles.
"Mereka selalu bisa mengejutkan Anda, tetapi setelah balapan bersama selama bertahun-tahun, Anda akhirnya tahu di mana letak kekuatan masing-masing individu dan bagaimana mereka biasanya menghadapi lap terakhir," tuturnya.
Pengetahuan itu membantu Quiles dalam persiapan untuk memulai balapan.
"Sampai batas tertentu. Saya mencoba untuk fokus terutama pada performa saya sendiri, karena ada banyak hal yang tidak dapat Anda kendalikan," kata Quiles.
"Anda bisa memulai dengan ide yang sangat jelas, dan setelah hanya dua tikungan, balapan bisa berubah sepenuhnya," ujarnya.