PROHABA.CO, ACEH UTARA - Suasana haru dan isak tangis menyelimuti kedatangan jenazah Anas Mardiansyah (39), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh Utara yang meninggal dunia usai dideportasi dari Malaysia.
Jenazah almarhum diantar langsung oleh Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos., M.Sos., atau yang akrab disapa Haji Uma, hingga ke rumah duka di Desa Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa (28/7/2026) malam sekira pukul 23.30 WIB.
Almarhum Anas sejatinya merupakan warga Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek.
Namun, berdasarkan hasil mufakat pihak keluarga, jenazah diputuskan untuk dimakamkan di kampung halaman orang tuanya di Desa Buket Hagu, Lhoksukon.
Proses pemulangan jenazah ini bermula dari surat permohonan resmi yang dikirimkan pihak keluarga melalui Kepala Desa Buket Hagu kepada Haji Uma.
Keluarga meminta bantuan fasilitasi guna membawa pulang jenazah almarhum dari Dumai, Riau, menuju Aceh Utara.
Merespons permohonan tersebut, Senator vokal asal Aceh itu langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan pelbagai pihak terkait agar seluruh proses penanganan dan pengantaran jenazah berjalan tanpa kendala hingga tiba di rumah duka.
Secara simbolis, Haji Uma menyerahkan langsung jenazah almarhum kepada pihak keluarga disaksikan para pelayat dan tokoh masyarakat setempat.
Baca juga: Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Warga Lhokseumawe Korban TPPO di Kamboja
Dalam kesempatan tersebut, Haji Uma menyampaikan rasa duka cita yang amat mendalam.
"Saya turut berduka cita setinggi-tingginya atas meninggalnya saudara kita Anas Mardiansyah.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.
Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini," ucap Haji Uma di rumah duka.
Haji Uma menjelaskan, total biaya yang dibutuhkan untuk pengurusan jenazah mulai dari prosesi fardu kifayah, penyediaan peti, kain kafan, hingga sewa ambulans lintas provinsi mencapai Rp13.100.000.
Rinciannya meliputi biaya fardu kifayah dan peti sebesar Rp6.600.000, serta armada ambulans dari Dumai menuju Aceh Utara sebesar Rp6.500.000.
Dari total biaya tersebut, pihak keluarga menanggung dana sebesar Rp8.000.000, sedangkan sisa kekurangan biaya sebesar Rp5.100.000 ditanggulangi langsung oleh Haji Uma.
"Alhamdulillah, berkat komunikasi dan kerja sama semua pihak, jenazah akhirnya tiba di kampung halaman.
Semoga sedikit bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan duka dan beban keluarga," tambahnya.
Kepala Desa Buket Hagu mewakili Pemerintah desa dan keluarga almarhum menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat Haji Uma beserta tim yang tak kenal lelah mengawal proses pemulangan tersebut.
Baca juga: Polsek Samalanga Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Positif Sabu dan Motor Curian Disita
Sempat Ditahan di Depot Imigrasi Malaysia
Berdasarkan penuturan pihak keluarga, almarhum Anas telah merantau dan bekerja di Malaysia selama kurang lebih empat tahun sebagai petugas cleaning service.
Dalam perjalanan nasibnya di negeri jiran, almarhum sempat ditahan di Depot Tahanan Imigrasi Sungai Udang, Melaka, selama empat bulan.
Pada Sabtu (25/7/2026), Anas akhirnya dideportasi kembali ke tanah air melalui Pelabuhan Dumai, Riau.
Namun, setelah beberapa hari berada di Camp Imigrasi Dumai, kondisi kesehatan almarhum memburuk akibat sesak napas akut hingga harus dilarikan ke RSUD Dumai.
Sayang, takdir berkata lain, Anas dinyatakan meninggal dunia pada Senin (27/7/2026).
Proses pemulangan dari Malaysia hingga Dumai juga tak lepas dari koordinasi intensif keluarga bersama Malek, Wakil Ketua Grup Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia.
Kini, almarhum Anas Mardiansyah telah diistirahatkan dengan tenang di tanah kelahirannya, meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia sembilan tahun.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca juga: Haji Uma Bantu Pulangkan Jenazah Warga Bireuen yang Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja di Malaysia
Baca juga: Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Jenazah Warga Aceh Utara dari Malaysia
Baca juga: Haji Uma Minta Dugaan Penganiayaan Pelajar di Aceh Barat Diusut Tuntas dan Transparan
Sumber: SerambiNews.com