TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Hingga saat ini peredaran narkotika di Tarakan Kalimantan Utara masih menyasar kelompok pekerja yang beraktivitas malam hari. Hal ini jadi perhatian Satresnarkoba Polres Tarakan karena para pengguna kerap beralasan mengonsumsi narkoba agar tetap terjaga dan kuat bekerja.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S Manik melalui Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, IPTU Hendra Tri Susilo usai kegiatan rilis pers pemusnahan mengungkapkan, dari hasil pengungkapan kasus selama ini, pekerja rumput laut menjadi salah satu kelompok yang kerap menjadi sasaran peredaran narkotika.
"Rata-rata 'pasien' itu, ya mereka kalau kerja malam itu dengan alasan mengonsumsi ini, melek mata. Lebih fit lah," ujar Hendra kepada TribunKaltara.com.
Menurutnya, alasan tersebut kerap disampaikan oleh pengguna yang bekerja di wilayah pesisir, terutama mereka yang harus beraktivitas pada malam hari.
Baca juga: Peredaran Narkotika di Nunukan Turun Dalam 2 Tahun Terakhir, BNNK Enggan Terkecoh
Ia menjelaskan, pekerja di sektor perairan maupun pertambakan, seperti pencari kepiting hingga petani rumput laut, banyak yang bekerja pada malam hari sehingga menjadi target para pengedar.
"Karena permintaan di sana cukup tinggi. Jadi untuk orang yang bekerja di perairan atau pertambakan itu kan sering bergadang malam. Entah itu cari kepiting atau panen rumput laut malam hari. Itulah alasan untuk mereka agar bisa bergadang, biar kuat tenaganya, nggak lemes. Walaupun itu salah," katanya.
Bahkan, lanjut Hendra, ketika stok narkotika di wilayah pesisir sedang kosong, para pengguna rela datang ke kawasan perkotaan untuk mendapatkannya.
"Malah kalau mereka ini tidak ada di sana, yang beberapa hari juga kita amankan tapi tidak ada barang bukti yang kita dapat, mereka mencarinya sampai ke kota kalau barang itu nggak ada di Amal," ungkapnya.
Selain pekerja rumput laut, Satresnarkoba Polres Tarakan juga menemukan pengguna dari berbagai latar belakang profesi.
Baca juga: Berantas Peredaran Narkotika, BNPP Kaltara dan Lapas Tarakan Kerjasama Rehabilitasi Warga Binaan
"Ada pekerja tambak, ada pekerja perusahaan juga, ada karyawan perusahaan yang di batubara, perusahaan migas, motoris, speed," ujarnya.
Hendra mengatakan, hingga kini terdapat sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian karena angka pengungkapan kasus narkotika tergolong tinggi.
"Memang sampai saat ini yang daerah rawan, pengungkapan kita yang juga beberapa kali ini tinggi, itu antara lain di Selumit Pantai atau di Timbunan itu. Selanjutnya di Pantai Amal. Pantai Amal ini kita sudah beberapa kali. Selanjutnya itu di Juwata Korpri. Nah, itulah lokasi khusus yang memang sampai saat ini masih tinggi pengungkapan kasusnya," jelasnya.
Ia menambahkan, kawasan Pantai Amal bukan merupakan wilayah baru dalam peredaran narkotika. Meski para pelaku telah beberapa kali ditangkap, selalu muncul pelaku baru yang menggantikan.
"Pantai Amal ini sudah berjalan cukup lama juga. Walaupun pergantian pelakunya yang sudah kita amankan, yang bandarnya yang sudah kita ini, ada lagi yang baru, ada lagi yang muncul seperti itu," katanya.
Untuk menekan penyalahgunaan narkotika, Satresnarkoba Polres Tarakan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga menyasar masyarakat pesisir.
"Kemarin terakhir kita melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah. Apalagi kemarin tahun ajaran baru. Beberapa sekolah kemarin kita lakukan sosialisasi dan edukasi," ujarnya.
Selain sekolah, pihaknya juga rutin memberikan penyuluhan kepada masyarakat di wilayah yang dinilai rawan peredaran narkotika.
"Kalau untuk yang tadi disampaikan, sosialisasi itu kita ke kelurahan-kelurahan di wilayah pesisir, seperti Kelurahan Selumit Pantai, kelurahan wilayah-wilayah pesisir, termasuk di Pantai Amal. Tetap dikasih sosialisasi," tutur Hendra.
Ia menegaskan, wilayah pesisir masih menjadi fokus dalam upaya pencegahan karena tingkat pengungkapan kasus di kawasan tersebut masih cukup tinggi.
(*)
Penulis: Andi Pausiah