Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya Siap Beroperasi, 270 Siswa Masuk Asrama Akhir Juli
Wiwit Purwanto July 29, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya segera memulai kegiatan belajar mengajar pada awal Agustus 2026. Sebanyak 270 siswa baru akan mulai memasuki asrama pada 30 Juli 2026 sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan dan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Suasana persiapan sekolah berbasis asrama itu kini memasuki tahap akhir. Seluruh fasilitas pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan harian peserta didik telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program yang menyasar anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah agar memperoleh akses pendidikan berkualitas.

270 Siswa Mulai Masuk Asrama, Jalani Cek Kesehatan dan MPLS

Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Prapti Wardani, mengatakan seluruh persiapan operasional sekolah telah rampung. Tahap awal akan dimulai dengan kedatangan peserta didik ke lingkungan sekolah sekaligus penempatan di asrama.

"Untuk persiapan pembukaan, nanti tanggal 30 Juli kami mendatangkan siswanya. Kemudian tanggal 31 Juli sampai 1 Agustus mereka mengikuti cek kesehatan gratis sebelum masuk asrama," kata Prapti ketika dikonfirmasi di Surabaya.

Baca juga: Alasan Siswa Sekolah Rakyat Jatim Jenjang SD Masih Sepi saat Kuota SMP dan SMA Justru Over Kapasitas

Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi seluruh siswa sebelum menjalani pola pendidikan berbasis asrama. Setelah tahapan tersebut selesai, para peserta didik akan mengikuti MPLS yang dimulai pada Senin (3/8/2026).

Berbeda dengan sekolah reguler, kegiatan awal MPLS di Sekolah Rakyat akan mendapat pendampingan dari taruna dan taruni TNI/Polri selama lima hari. Setelah itu, rangkaian pengenalan lingkungan sekolah akan dilanjutkan dengan pola kegiatan seperti sekolah pada umumnya.

"Mulai tanggal 3 sampai 7 Agustus seluruh Sekolah Rakyat akan didampingi taruna dan taruni. Setelah itu dilanjutkan lagi kegiatan MPLS seperti sekolah lain," ujarnya.

Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya menerima 270 peserta didik yang terdiri dari 30 siswa jenjang SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA. Untuk jenjang SD, sekolah hanya membuka satu rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa.

Selain peserta didik baru tersebut, sekitar 100 siswa dari rintisan Sekolah Rakyat di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) juga akan bergabung. Sebelumnya, lokasi rintisan tersebut menjadi tempat awal pelaksanaan program sebelum seluruh kegiatan dipindahkan ke gedung permanen.

Baca juga: Berlokasi di Area OERR, Mulai TA 2026/2027, Sekolah Rakyat Surabaya Tampung 1.000 Siswa Kurang Mampu

Seluruh Kebutuhan Siswa Ditanggung Negara

Prapti menjelaskan seluruh peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 berasal dari wilayah Kota Surabaya. Hal itu sesuai dengan status sekolah yang dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota Surabaya.

"Semua siswanya berasal dari Surabaya. Ini namanya Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 karena merupakan milik Pemerintah Kota Surabaya," jelasnya.

Sejak hari pertama kedatangan, seluruh siswa akan langsung tinggal di asrama. Selama mengikuti pendidikan, kebutuhan utama mereka seperti tempat tinggal, seragam, hingga perlengkapan belajar telah disediakan oleh negara.

"Itu semua dari negara. Sudah siap semua. Anak-anak sudah mendapatkan seragam yang siap dibagikan. Termasuk alat tulis juga sudah tersedia," ungkap Prapti.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Program Sekolah Rakyat melalui proses verifikasi calon peserta didik.

Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan penerima manfaat program benar-benar berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria, sehingga layanan pendidikan dapat diberikan secara tepat sasaran.

"Seluruh peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan paling rendah. Kami membantu proses verifikasi sehingga program Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran dan mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu," kata Antiek.

Dengan konsep pendidikan terpadu berbasis asrama, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan kemandirian bagi para peserta didik.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.