BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Sejumlah demonstran yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Selatan Bersatu membawa sekarung batu bara saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, Rabu (29/7/2026).
Batu bara itu sebagai simbol kekecewaan masyarakat terhadap pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kalimantan Selatan.
Menjelang penghujung aksi, perwakilan demonstran menyerahkan segenggam batu bara ke tangan lima perwakilan direksi PLN UP3 Banjarmasin yang hadir.
Koordinator aksi, M Ramadhan Suarif mengatakan, masyarakat memahami bahwa Kalsel merupakan salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia.
Baca juga: Demonstran Ultimatum PLN Banjarmasin, Desak Pimpinan Mundur Jika Pemadaman Listrik Masih Berlangsung
Namun di sisi lain, warga justru harus menghadapi pemadaman listrik bergilir hampir setiap hari.
“Pemberian batu bara ini sebagai simbolik terhadap krisis pemadaman listrik,” ujarnya.
Dalam aksi, manajemen PLN kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
PLN juga menyatakan kondisi sistem kelistrikan mulai menunjukkan perbaikan.
Durasi pemadaman bergilir yang sebelumnya mencapai lima hingga enam jam kini berangsur berkurang menjadi sekitar tiga hingga empat jam.
Asisten Manajer Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani mengatakan, perbaikan tersebut mulai dirasakan setelah adanya tambahan pasokan daya dari pembangkit yang kembali masuk ke sistem kelistrikan Kalimantan.
“Dalam dua hari ini ada perkembangan. Sebelumnya durasi pemadaman bisa mencapai lima sampai enam jam. Per hari ini, termasuk nanti malam, insyaallah bisa kita pangkas menjadi sekitar tiga sampai empat jam,” ujarnya.
Baca juga: Tak Percaya Penjelasan PLN, Demonstran Banjarmasin Minta Diajak Lihat Langsung Kerusakan Pembangkit
Meski demikian, Ahyar mengakui pemadaman bergilir belum sepenuhnya berakhir. PLN masih terus melakukan penyesuaian beban sambil menunggu proses perbaikan sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan.
Ia menjelaskan, manajemen PLN juga telah berkoordinasi dengan PLN Pusat di Jakarta bersama Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mempercepat penanganan gangguan pembangkit.
Menurutnya, pertemuan tersebut membahas langkah-langkah percepatan perbaikan agar pasokan listrik di Kalsel dan Kalteng dapat segera kembali normal. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)