Kapal Tengker Poka Jo Mati Mesin di Perairan Siau Sitaro, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi
Frandi Piring July 29, 2026 07:49 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - MANADO - Saat ini kapal sudah berlabu di Kepulauan Siau, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), namun belum bisa sandar di pelabuhan dikarenakan cuaca buruk.

Semua ABK selamat dan berada di atas kapal MT Poka Jo, Rabu (29/7/2026) pukul 16.08 Wita.

Itulah pernyataan Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Manado terkait sebuah kapal tengker yang alami musibah di laut.

Sebelumnya sekitar pukul 09.29 Wita, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado atau Basarnas menerima informasi dari agen Kapal jenis tengker MT Poka Jo angkut Bahan bakar minyak alami masalah.

Kapal terinformasi diterpa gelombang dan mengalami mati mesin yang memicu gangguan keseimbangan, di mana bodi kapal miring.

Hal itu menimbulkan kepanikan dan dilaporkan ke agen. Selanjutnya diteruskan ke Basarnas.

Musibah dialami kapal ketika berada di Perairan Siau.

Kapal dengan panjang sekitar 60 meter berwarna biru itu bertolak dari Pelabuhan Melongguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut.

Tujuan Pelabuhan Ulu Siau Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Basarnas Manado lalu melakukan tindak awal operasi SAR, terhadap keberadaan kapal di 10 mil dari Tahuna menuju Siau.

Kapal dengan GT 731 ini dinahkodai Yan Lusxy Jacobus dengan sandi panggilan YDDG2 dan mengangkut 12 awak.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Manado yang bermarkas di Desa Kaasar, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, mengerahkan unsur Pos SAR Tahuna.

Pos SAR Tahuna lalu koordinasi dengsn KSOP Tahuna dan melakukan tindak awal operasi SAR.

"Jadi dalam operasi SAR, unsur potensi SAT bergerak ke titik kapal berada menggunakan KM Santa Veronika dari Pelabuhan Tahuna dan di saat bersamaan KM Keiyp 02 juga bergerak dari pelabuhan Siau untuk memberikan bantuan SAR," kata Kepala Basarnas Sulut George Mercy Randang dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

Kapal Tengker MT Poka Jo ditarik menggunakan kapal bantuan ke Pelabuhan Siau.

Dalam operasi SAR tersebut melibatkan personil dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Pos SAR Tahuna, KSOP Tahuna, KSOP Bitung, Distrik Navigasi Bitung.

Kemudian Lanal Tahuna, serta awak KM Santa Veronika dengan memanfaatkan sarana pendukung kendaraan recue, kapal, peralatan komunikasi, navigasi, medis dan lainnya.

Kepala Basarnas George Randang pun menghimbau seluruh operator kapal agar selalu pergatikan kondisi kapal, cuaca serta laporkan setiap kondisi darurat ke Basarnas agar ada penanganan cepat dan tepat. (crz)

Baca juga: Basarnas Sulut Tangani MT Poka Jo Mati Mesin dan Miring di Perairan Siau, Seluruh ABK Selamat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.