Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengajak pelajar memahami pentingnya menyimpan uang di bank karena lebih aman dibandingkan menyimpannya di rumah.
Pesan tersebut disampaikan Staf Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Hanifah Nur Laili, saat menjadi narasumber dalam kegiatan LPS GENZMART di Aula SMA Negeri 2 Palu, Jl Tanjung Dako, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Rabu (29/7/2026).
Hanifah mengatakan menabung di bank memiliki banyak keuntungan. Selain simpanan dijamin oleh LPS, uang yang disimpan di bank juga lebih aman dari risiko kerusakan.
"Kalau menabung di bank tidak memiliki risiko. Selain dijamin LPS, uang yang disimpan di bank juga tidak bisa terbakar, rusak, atau basah seperti jika kita menyimpan uang di rumah," ujar Hanifah.
Baca juga: WNA Korban Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini Dievakuasi ke Luwuk Banggai
Dalam paparannya, Hanifah juga mengenalkan sistem perbankan di Indonesia kepada para siswa.
Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 1.500 bank di Indonesia yang terdiri atas bank umum, bank milik pemerintah (BUMN), Bank Perekonomian Rakyat (BPR), serta bank syariah maupun konvensional.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik apabila suatu bank mengalami kebangkrutan karena simpanan nasabah yang memenuhi persyaratan akan dibayarkan oleh LPS.
"Jika bank bangkrut, tidak perlu panik dan takut karena uangnya dikembalikan langsung oleh LPS tanpa menunggu waktu lama, tidak perlu mendaftar, dan tidak dipungut biaya," katanya.
Hanifah menjelaskan, LPS menjamin simpanan nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.
Baca juga: Ketua Dewan Pembina KKSS Morowali Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan
Dengan adanya penjaminan tersebut, masyarakat diharapkan semakin percaya untuk menyimpan uang di perbankan sekaligus membiasakan diri menabung sejak usia dini.
Selain penyampaian materi, kegiatan LPS GENZMART juga diisi dengan sesi tanya jawab, kuis, dan permainan interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan dan peran LPS dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem perbankan Indonesia. (*)