Polisi Selidiki Kematian Sutrimo, CCTV hingga Barang Bukti Jadi Sorotan
Dian Anditya Mutiara July 29, 2026 12:19 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Misteri kematian Sutrimo hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Sepekan setelah pria yang disebut bekerja di rumah dinas mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah itu meninggal dunia, polisi masih mengumpulkan berbagai petunjuk untuk mengungkap penyebab kematiannya.

Sejumlah fakta baru pun terungkap, mulai dari orang-orang yang mengantar korban ke rumah sakit, hasil pemeriksaan tim medis, hingga sikap keluarga yang memilih tidak melaporkan perkara tersebut ke polisi.

1. Empat Orang Mengantar Sutrimo ke Rumah Sakit

Rekaman CCTV Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring menunjukkan ambulans yang membawa Sutrimo tiba sekitar pukul 09.09 WIB pada Kamis (23/7/2026).

Saat diturunkan dari ambulans, korban sudah berada di atas brankar dan tubuhnya tertutup selimut berwarna biru.

Tim medis yang melakukan pemeriksaan memastikan korban telah meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Desak Transparansi Pengusutan Kematian Sutrimo, Asisten Eks Jampidsus

"Pasien atas nama Sutrimo...," kata Divisi Hukum RS Muhammadiyah Taman Puring, dr Ahmad.

Sedikitnya ada empat orang yang mengantar korban. Salah satunya bernama Febrio Adiono yang tercatat sebagai penanggung jawab administrasi pasien.

Namun, menurut pihak rumah sakit, para pengantar tidak memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi korban sebelum dibawa ke rumah sakit.

2. Dokter Tidak Menemukan Busa maupun Luka Kekerasan

Beredarnya foto dan pesan berantai yang menyebut korban mengeluarkan busa dari mulut dan hidung tidak dibenarkan pihak rumah sakit.

dr Ahmad mengatakan tim medis tidak menemukan kondisi tersebut ketika melakukan pemeriksaan awal.

Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian luar tubuh korban.

Karena korban sudah meninggal saat tiba di IGD, rumah sakit tidak melakukan tindakan medis lanjutan maupun autopsi.

Baca juga: Kematian Sutrimo Karumga Febrie Masih Misterius, Polda Metro Jaya Buka Peluang Bongkar Makam

3. Polisi Periksa CCTV dan Amankan Barang Bukti

Beberapa hari setelah kasus ini ramai di media sosial, penyidik dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan mendatangi RS Muhammadiyah Taman Puring.

Rumah sakit kemudian menyerahkan rekaman CCTV yang memperlihatkan proses kedatangan hingga jenazah dibawa kembali oleh para pengantarnya.

"Itu diminta oleh Polda Metro Jaya, yang kedua dari Polres Jakarta Selatan. Jadi kami hanya bisa memberikan yang di tanggal 23 pada saat kejadian," kata Ahmad.

Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, lokasi tempat Sutrimo ditemukan.

Dalam penyelidikan, penyidik menyita sebuah bantal, sepeda motor, serta karpet untuk diperiksa di Laboratorium Forensik Polri.

Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha mengatakan penyidik belum menemukan adanya racun di lokasi.

"Enggak, enggak, enggak (ditemukan racun)," ujarnya.

4. Keluarga Memilih Tidak Melapor Polisi

Jenazah Sutrimo dibawa ke Banyumas, Jawa Tengah, pada Kamis malam dan dimakamkan dini hari.

Pihak keluarga memilih tidak banyak memberikan keterangan kepada media.

Salah seorang anggota keluarga, Ardi, mengatakan keluarga telah menerima kepergian Sutrimo dan tidak berencana membuat laporan polisi.

"Enggak, enggak mau (lapor). Sudah ikhlas lahir batin pokoknya," katanya.

5. Tetangga Sebut Sutrimo Bekerja untuk Bos Kejaksaan

Seorang tetangga mengungkapkan Sutrimo telah lama merantau ke Jakarta dan bekerja menjaga rumah seorang petinggi Kejaksaan.

"Kerja ikut bos Kejaksaan, tunggu rumah. Dia di perantauan dari dulu," ujarnya.

Menurut tetangga tersebut, Sutrimo sudah bekerja di Jakarta sejak sebelum menikah dan dikenal sebagai pribadi pendiam yang jarang pulang ke kampung halaman. (*)

Sumber: TribunJakarta 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.