SRIPOKU.COM, BANYUASIN – Harapan masyarakat Kecamatan Air Salek untuk memiliki akses jalan yang lebih baik mulai menemui titik terang.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin memastikan pembangunan Jalan Poros Air Salek akan kembali dilanjutkan setelah Bupati Banyuasin Dr H Askolani meninjau langsung proses penimbunan dan pelebaran jalan penghubung tiga kecamatan.
Jalan poros tersebut menghubungkan Kecamatan Air Salek, Kecamatan Air Kumbang, dan Kecamatan Banyuasin I. Ruas jalan ini memiliki panjang sekitar 68 kilometer, mulai dari Simpang Desa Perambahan, Kecamatan Air Kumbang hingga Kantor Camat Air Salek.
Bupati Banyuasin Dr H Askolani mengatakan, dari total panjang jalan tersebut, sekitar 18 kilometer sebelumnya telah dilakukan pengecoran oleh Pemkab Banyuasin.
Sementara saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan penimbunan pada sejumlah titik yang mengalami kerendahan serta pekerjaan line clearing sepanjang 17 kilometer untuk selanjutnya dilakukan pemadatan.
"Karena Pemkab Banyuasin tidak memiliki anggaran cukup untuk pembangunan jalan poros Air Salek ini, sehingga saya meminta bantuan dari Kementerian PU untuk pembangunan sejumlah jalan poros di Banyuasin," ujar Askolani, kepada Sripoku.com Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, Jalan Poros Air Salek menjadi salah satu prioritas yang telah masuk dalam daftar usulan pembangunan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Jalan Poros Muara Sugihan.
Rencananya, Kementerian PU akan menggelontorkan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan dua jalan poros tersebut.
Askolani menjelaskan, sebelum proses pengecoran dilakukan, Pemkab Banyuasin terlebih dahulu melakukan persiapan dengan memperbaiki titik-titik jalan yang rendah agar pembangunan dapat berjalan maksimal.
Pembangunan jalan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Air Salek. Sebab, sebanyak 35.019 jiwa yang tersebar di 14 desa sangat bergantung pada akses jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Selain mempermudah mobilitas masyarakat menuju Palembang, jalan poros ini juga diyakini menjadi penggerak ekonomi daerah.
Hasil pertanian dan perkebunan masyarakat dapat lebih mudah didistribusikan, begitu pula kebutuhan masyarakat dari luar wilayah.
"Selama ini jalan yang dilalui masyarakat selalu berpolemik dengan perusahaan sawit. Sekarang perusahaan Agrindo Raya sudah menghibahkan jalan sepanjang 10 kilometer kepada Pemkab Banyuasin untuk dijadikan jalan poros," jelasnya.
Dengan adanya hibah jalan tersebut, Askolani berharap masyarakat Air Salek nantinya memiliki akses transportasi yang lebih layak dan tidak lagi bergantung pada jalan perusahaan.
Ia optimistis setelah proses penimbunan dan pengerasan selesai, pembangunan pengecoran dapat segera dilakukan apabila usulan bantuan dari Kementerian PU disetujui.
"Saya meminta doa kepada masyarakat agar apa yang kita usulkan ke Kementerian PU bisa terealisasi. Karena 35.019 jiwa bergantung pada jalan poros ini. Nantinya jalan ini juga akan terhubung dengan jalan poros Makarti Jaya sehingga sangat membantu perekonomian masyarakat," pungkasnya.