Jembatan Gantung Desa Rindu Hati Ambruk, Akses Ratusan Hektare Kebun dan Sawah Terputus
Rita Lismini July 29, 2026 01:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Jembatan gantung yang menghubungkan permukiman warga dengan kawasan pertanian di Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, ambruk pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Perangkat Desa Rindu Hati, Wendi, mengatakan penyebab ambruknya jembatan diduga karena kawat seling yang sudah lapuk akibat termakan usia.

Menurutnya, usia jembatan tersebut sudah mendekati 30 tahun sehingga kondisi kawat seling sudah berkarat dan akhirnya putus.

"Kemungkinan penyebabnya kawat seling jembatan sudah termakan usia dan berkarat. Umur jembatan ini sudah hampir 30 tahun. Tiba-tiba saja selingnya putus, Alhamdulillah tidak ada korban," kata Wendi, saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, jembatan gantung tersebut merupakan akses utama warga dari kawasan permukiman menuju lahan pertanian, perkebunan, dan persawahan.

Di seberang jembatan terdapat ratusan hektare kebun milik warga serta puluhan hektare sawah yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.

Selain itu, di dekat jembatan juga terdapat saluran irigasi yang mengairi persawahan Desa Rindu Hati dan Desa Surau.

Akibat ambruknya jembatan, akses menuju lahan pertanian kini terputus total.

"Jembatan rusak parah, sudah tidak bisa dilewati baik pejalan kaki maupun kendaraan," ujarnya.

Wendi mengungkapkan masih ada satu hingga dua sepeda motor milik warga yang sempat tertinggal di seberang sungai setelah jembatan ambruk.

Video warga bergotong royong mengangkat sepeda motor yang viral di media sosial, kata dia, memang terjadi sesaat setelah kejadian.

"Motor warga masih berada di seberang karena tidak bisa lewat lagi. Akhirnya digotong bersama-sama oleh warga," katanya.

Ia menambahkan, selama ini jembatan memang pernah diperbaiki menggunakan dana desa. Namun perbaikan hanya dilakukan pada bagian lantai dan dinding jembatan.

Sementara kawat seling sebagai penyangga utama belum pernah diganti sejak jembatan dibangun.

"Kalau rehab sudah pernah dilakukan oleh pemerintah desa, tapi hanya lantai dan dindingnya. Untuk kawat seling belum pernah diganti," jelasnya.

Pemerintah Desa Rindu Hati berharap Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat segera membangun kembali jembatan tersebut agar aktivitas warga menuju lahan pertanian dapat kembali normal.

"Kami berharap pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, bisa segera memperbaiki jembatan gantung ini karena akses ini sangat dibutuhkan masyarakat menuju lokasi pertanian," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.