Jakarta (ANTARA) - Rais Syuriyah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Abun Bunyamin menegaskan pernyataan dukungan terhadap salah satu figur sebagai calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bukan merupakan sikap resmi organisasi, karena tidak pernah dibahas melalui mekanisme PWNU Jawa Barat.

KH Abun dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan pernyataan yang sebelumnya disampaikan Ketua PWNU Jawa Barat Juhadi Muhammad merupakan pandangan pribadi sehingga tidak dapat diposisikan sebagai keputusan organisasi.

"Pernyataan itu merupakan pendapat pribadi. Tidak pernah dibahas dan diputuskan melalui mekanisme organisasi PWNU Jawa Barat sehingga tidak dapat disebut sebagai sikap resmi organisasi," kata KH Abun.

Ia mengingatkan organisasi harus berhati-hati dalam menyampaikan pandangan mengenai jabatan publik agar tidak menimbulkan kesan PWNU Jawa Barat terlibat dalam dukung-mendukung calon Kapolri.

Menurut dia, setiap pernyataan yang mengatasnamakan organisasi harus terlebih dahulu diputuskan melalui mekanisme permusyawaratan yang berlaku di lingkungan NU.

KH Abun menyampaikan hubungan NU dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selama ini terjalin baik, termasuk dukungan Polri terhadap berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pelayanan masyarakat yang dilaksanakan NU.

"Selama ini hubungan Kapolri dengan NU sangat baik. Pengurus dan warga NU juga merasa nyaman karena Polri selalu hadir membantu berbagai kegiatan NU dan pesantren," ujar dia.

Ia juga menilai Listyo Sigit Prabowo membangun komunikasi yang baik dengan kalangan ulama melalui silaturahmi ke pengurus NU maupun pengasuh pondok pesantren.

KH Abun mengatakan hubungan tersebut perlu dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan masyarakat.

"Kapolri selama ini membangun hubungan yang baik dengan para kiai dan pesantren. Silaturahmi tersebut perlu dihargai dan terus dijaga demi terciptanya keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan di tengah masyarakat," kata dia.

KH Abun meminta seluruh jajaran PWNU Jawa Barat menjaga organisasi tetap menjadi rumah besar bagi seluruh warga NU serta tidak membawa nama organisasi untuk mendukung figur tertentu tanpa keputusan resmi.

"PWNU Jawa Barat harus tetap menjadi rumah besar seluruh warga NU. Organisasi tidak boleh dibawa untuk mendukung kepentingan atau figur tertentu tanpa keputusan resmi organisasi," ujar dia tegas.

Sebelumnya, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menyatakan dukungannya terhadap perwira tinggi Polri, yaitu Komisaris Jenderal Polisi Karyoto, yang dinilai berpeluang menduduki jabatan Kapolri, merespons wacana pergantian Kapolri saat ini, Listyo Sigit Prabowo.

Ia menilai Karyoto memiliki pengalaman, integritas serta kedekatan dengan masyarakat dan kalangan ulama sehingga dinilai layak memimpin institusi Polri.