TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Perum BULOG terus memperkuat pengawasan terhadap kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di tengah meningkatnya stok beras nasional.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., ke salah satu mitra penggilingan padi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).
Monitoring dilakukan di UD Gunslep, Desa Turi Tempel, Kecamatan Guntur, sebagai bagian dari evaluasi mutu beras hasil pengolahan CBP.
Kegiatan ini juga menjadi upaya memastikan bahwa kualitas beras tetap terjaga seiring tingginya capaian serapan gabah dan beras yang dilakukan BULOG.
Hingga akhir Juli 2026, Perum BULOG mencatat serapan gabah dan beras telah mencapai sekitar 3,5 juta ton, sementara total stok beras nasional yang dikelola mencapai sekitar 5,4 juta ton.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama BULOG meninjau secara langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari kualitas gabah yang diterima, proses penggilingan, hingga mutu beras yang dihasilkan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, beras yang diproduksi dinilai memiliki kualitas yang sangat baik.
Kualitas tersebut didukung oleh penggunaan gabah hasil panen dengan tingkat kematangan yang optimal.
Baca juga: Mi Goreng Plus Telur Jadi Makan Malam Terakhir Istri Bupati Pemalang Sebelum Diamankan KPK
Meski diolah menggunakan mesin penggilingan sederhana, hasil akhirnya tetap memenuhi standar mutu yang diharapkan.
Monitoring juga menunjukkan bahwa mitra penggilingan BULOG mampu melaksanakan proses penyerapan gabah secara optimal dan menghasilkan beras berkualitas.
Kondisi ini sekaligus memperlihatkan peran penting penggilingan rakyat dalam menjaga kualitas Cadangan Beras Pemerintah.
Direktur Utama Perum BULOG menegaskan bahwa meningkatnya stok beras nasional harus diimbangi dengan pengelolaan mutu yang baik agar kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.
"Saat ini prioritas kami bukan hanya menjaga jumlah stok, tetapi juga memastikan setiap butir beras yang disimpan memiliki kualitas terbaik sehingga tetap layak dikonsumsi masyarakat dalam jangka waktu yang panjang. Kualitas menjadi kunci dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Selain memastikan mutu beras, BULOG juga terus memperkuat kapasitas mitra penggilingan rakyat. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan implementasi program sertifikasi penggilingan yang direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan standar pengolahan beras nasional sekaligus memperkuat daya saing penggilingan kecil yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, BULOG harus hadir bersama rakyat dengan memperkuat kerja sama dan memberdayakan penggilingan-penggilingan kecil milik masyarakat.
Mereka bukan sekadar mitra, tetapi bagian penting dari ekosistem pangan nasional.
Melalui peningkatan kualitas dan program sertifikasi pada 2027, kami ingin penggilingan rakyat semakin berdaya saing, memberikan nilai tambah bagi petani, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Rizal.
Melalui penguatan kemitraan dengan penggilingan rakyat, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk membangun sistem perberasan nasional yang lebih tangguh, berkualitas, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha penggilingan di berbagai daerah. (*)