TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberi tanggapan soal tewasnya pemanen kelapa sawit karena tersengat listrik di Desa Muara Mahat Baru Kecamatan Tapung, Selasa (28/7/2026).
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkinang, Bobby Kristanto menyatakan prihatin atas insiden itu.
"Kami turut bersimpati untuk kejadian yang terjadi," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (29/7/2026).
Pihaknya mengetahui kejadian itu setelah mendapat informasi dari warga.
Ia mengatakan, insiden itu tidak sampai membuat jaringan listrik padam di sekitar lokasi atau padam meluas.
Ia belum memastikan jaringan dengan klasifikasi tegangan yang tersentuh egrek.
Pihaknya tidak melakukan pengecekan ke lokasi.
Ia menyebutkan, kabel yang terpasang di lokasi yaitu Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dsn Jaringan Tegangan Rendah (JTR).
Kabel JTR memakai pembungkus atau pelindung, sedangkan JTM tidak.
Baca juga: Pekerja Tewas di Kampar, Kades Heran Sawit Dekat Jaringan Listrik Tepi Jalan Masih Dipanen
Menurut dia, JTM tidak memakai pembungkus karena letak bentangannya lebih tinggi dari JTR. Ia memperkirakan egrek menyentuh JTM.
"Bisa jadi," katanya.
Pihaknya selalu mengingatkan masyarakat tentang bahaya beraktivitas di sekitar jaringan listrik PLN.
Ia mengatakan, imbauan selama ini telah disampaikan.
Imbauan itu tidak menanam pohon di bawah jaringan listrik. Pihaknya akan semakin memasifkan sosialisasi yang salah satunya imbauan tersebut.
"Semoga masyarakat kita lebih tergerak dan peduli lagi untuk sama-sama menjaga keselamatan kita bersama," pungkasnya.
( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)