TRIBUNTRENDS.COM - Perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi perhatian publik setelah terungkap fakta baru mengenai pemicu konflik keduanya pasca-perceraian.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap sejumlah peristiwa yang disebut menjadi awal memburuknya hubungan mantan pasangan tersebut.
Menurut Minola, konflik dipicu oleh rangkaian kesalahpahaman, mulai dari komunikasi melalui pesan singkat, persoalan tambahan tiket konser Blackpink, hingga isu pelelangan rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Padahal, setelah resmi bercerai pada 24 September 2024, Ruben dan Sarwendah masih menjalin komunikasi yang cukup baik, terutama dalam urusan mengasuh anak-anak mereka.
Ketegangan baru mulai muncul pada Oktober 2025 ketika Sarwendah meminta tambahan satu tiket konser Blackpink agar dapat duduk bersama Ruben dan anak-anaknya.
Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena seluruh tiket telah dipesan jauh hari sebelumnya.
Penolakan itu disebut membuat Sarwendah kecewa hingga komunikasi keduanya mulai memanas.
Di tengah perdebatan mengenai tiket konser, Sarwendah kemudian menanyakan kabar soal rumah Ruben yang disebut akan dilelang.
Minola menyebut pertanyaan tersebut membuat Ruben terkejut karena isu pelelangan rumah telah digunakan sejak saat itu untuk memberikan tekanan secara mental.
Fakta-fakta tersebut kini menjadi bagian dari konflik berkepanjangan yang masih mewarnai hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah meski keduanya telah resmi berpisah.
Baca juga: Ruben Onsu Menyesal Dulu Menikahi Sarwendah, Permintaan Mantan Istri Terlalu Banyak Hingga Kewalahan
Ketegangan mulai muncul pada Oktober 2025 terkait tiket konser Blackpink.
Kala itu, Sarwendah meminta tambahan satu tiket konser Blackpink agar bisa duduk di baris yang sama dengan Ruben dan anak-anaknya.
Lantaran tiket sudah dipesan jauh-jauh hari, Ruben tak mampu memenuhi permintaan posisi duduk tersebut.
Kegagalan memenuhi keinginan Sarwendah ini mendatangkan kekecewaan mendalam hingga memicu komunikasi yang makin memanas.
Seketika setelah perdebatan tiket tersebut, muncul pertanyaan dari Sarwendah yang mengagetkan Ruben.
"Begitu Ruben mengirim bukti tiket, muncul kata-kata: 'Maaf, ini rumah mau dilelang?' (dengan tanda tanya),
Jadi sejak Oktober 2025, kata lelang itu sudah digunakan untuk menekan Ruben dan menjatuhkan mentalnya," ujar Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026), dilansir dari Grid.id
Tak berhenti di perkara tiket, ketegangan berlanjut pada insiden unik di ruang obrolan pesan singkat.
Baca juga: Ruben Onsu Menyesal Dulu Menikahi Sarwendah, Permintaan Mantan Istri Terlalu Banyak Hingga Kewalahan
Ruben secara tidak sengaja menekan tombol tanda seru (!) saat membalas pesan Sarwendah.
Hal kecil itulah yang kemudian dipermasalahkan secara serius oleh pihak Sarwendah hingga meledak menjadi percekcokan besar.
"Miskomunikasi itu misalnya Ruben typo, ada tanda seru. Itu jadi pembahasan, 'Kenapa ada tanda seru?'. Akhirnya terjadi keributan, Ruben minta maaf berkali-kali karena kepencet," jelas Minola.
Namun, permintaan maaf yang diucapkan Ruben berulang kali ternyata tak lantas meredakan situasi.
Pihak Ruben mengaku miris karena setelah kejadian itu, Sarwendah justru menyodorkan rincian tagihan bulanan dengan nilai fantastis—mulai dari kebutuhan pokok anak sebesar Rp75 juta hingga tagihan sarang burung walet.
Minola Sebayang menegaskan bahwa rumor rumah Cilandak disita atau dilelang bank merupakan kabar yang sama sekali tidak benar.
Pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak perbankan dan memastikan status aset tersebut masih dalam tahap prosedur penyelesaian, bukan lelang kolektibilitas lima.
"Kalau tahun 2025 rumah itu mau dilelang, harusnya sekarang sudah dilelang dong? Faktanya kan tidak. Isu ini terus dipakai agar Ruben terlihat sebagai orang yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Minola memprotes keras mengapa masalah internal yang sepele terus digiring ke ruang publik hingga menjadi bahan konsumsi netizen.
Hal ini dianggapnya hanya akan menyulitkan proses mediasi dan perdamaian.
"Jangan lagi mengeluarkan suatu pernyataan apa pun yang kemudian membuat kami harus melakukan klarifikasi," ujar Minola Sebayang.
"Ketika kami melakukan klarifikasi, mungkin ada bukti-bukti dan fakta-fakta yang akan keluar yang mungkin tidak menyenangkan, mungkin menyakitkan ketika kebenaran itu diungkapkan," katanya.
Ia pun mengimbau agar kedua belah pihak membatasi diri dari memberi pernyataan di media dan lebih fokus menghormati proses hukum terkait hak asuh anak yang kini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Memang lebih bagus diam, ikuti proses yang sedang berjalan sekarang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," ucapnya.
Baca juga: Sarwendah Sebut Sudah Kirim WA ke Ruben Onsu Alamat Rumah Baru, Namun Centang Satu, di Jaksel
Di sisi lain, konflik ini membuat Sarwendah akhirnya memilih angkat kaki dari rumah pemberian sang mantan suami di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan—rumah yang sama yang sempat disinggung soal isu lelang.
Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah membeberkan alasan kepindahannya semata-mata demi keamanan dan kenyamanan anak-anak setelah mendapati ancaman situasi yang dinilai tidak kondusif.
"Situasi-situasi yang tidak aman seperti ini yang tidak baik bagi anak-anak. Ada pihak-pihak lain lah yang mencari orang lain yang enggak ada lagi di rumah itu," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Pihak Sarwendah mengklaim mengantongi bukti dokumentasi perihal kedatangan orang-orang asing ke rumah tersebut yang diduga hendak menagih utang.
"Kita juga bawa nih, ini masih hangat belum lama ya, kira-kira 11 Juli. Diduga debt collector memang datang ke rumah menyampaikan adanya tagihan. Lebih kurang ada lima orang yang mendatangi jam 21.52 WIB," ujarnya.
Chris menambahkan bahwa informasi mengenai ancaman lelang membuat kliennya enggan mempermasalahkan pembagian harta gono-gini tersebut.
"Klien kami mendapat informasi bahwa rumah itu sudah harus dilelang. Jadi klien kami tidak mau dong diberikan gono-gini yang seperti itu. Jadi ya sudahlah, enggak mau ambil pusing," ucapnya.
(TribunTrends.com/TribunSumsel.com)