Wisata Air Mancur Batu Kapur di Musi Rawas Kini Sepi Pengunjung, Warga Berharap Sentuhan Pemerintah
Shinta Dwi Anggraini July 29, 2026 04:00 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS -- Objek wisata Air Mancur Batu Putih atau yang lebih dikenal Air Mancur Batu Kapur di Desa Karya Sakti, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumsel kini mulai ditinggalkan penggemarnya.

Padahal, wisata tersebut memiliki keunikan tersendiri yang menawarkan fenomena alam berupa gundukan batu kapur yang mengeluarkan semburan air mengandung kapur dan belerang.

Keunikan tersebut menjadikan Air Mancur Batu Putih menjadi salah satu objek wisata yang cukup digemari oleh wisatawan pada masanya. Namun, eksistensinya kini mulai terlupakan dan ditinggalkan oleh masyarakat.

Berdasarkan cerita warga, gundukan batu kapur setinggi 3 hingga 4 meter tersebut terbentuk secara alami akibat endapan kapur yang terus mengeras selama puluhan tahun.

Untuk mencapai lokasi wisata ini, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 2,5 hingga 3 jam dari pusat pemerintahan Kabupaten Musi Rawas di Muara Beliti.

Disampaikan Irawan, salah seorang warga setempat, berdasarkan cerita dari warga, semburan air tersebut berawal dari pengeboran minyak yang dilakukan sekitar tahun 1942 hingga 1943.

"Informasinya awal mulanya itu dari pengeboran minyak, namun tidak menghasilkan minyak, tapi air yang mengandung kapur dan belerang yang justru keluar," katanya kepada Sripoku.com, Rabu (29/7/2026).

Seiring berjalannya waktu yang sangat lama, kandungan kapur yang terbawa bersama air terus mengendap hingga membentuk gundukan batu kapur yang kini tingginya mencapai 4-5 meter.

"Dulu semburan airnya cukup deras, tapi sekarang sudah berkurang. Itu karena jalan semburan mulai tertutup endapan," ungkapnya.

Fenomena tersebut awalnya membuat Air Mancur Batu Putih di desanya tersebut menjadi salah satu objek wisata yang paling diminati oleh wisatawan.

Bahkan, saat itu pengunjung yang datang bukan hanya dari warga lokal, melainkan dari daerah lainnya. Hanya saja, hal itu hanya menjadi kenangan dan saat ini kondisi wisata tersebut cukup memprihatinkan.

"Kalau sekarang sudah sepi dan bahkan tak lagi dikunjungi wisatawan. Banyak fasilitas yang sudah rusak karena dimakan usia," jelasnya.

Warga berharap sentuhan dari pemerintah agar wisata tersebut kembali eksis. Mengingat sebenarnya wisata itu masih memiliki potensi yang cukup besar, sebab keindahan yang ditawarkan tak ditemukan di daerah lain.

"Harapannya ada sentuhan dari pemerintah, sehingga wisata ini kembali ramai dikunjungi, sehingga ekonomi masyarakat pun kembali bergairah," tutupnya.

 

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.