Satpam Waduk Jatiluhur yang Tewas Diduga Punya Persoalan Keuangan, Gerak-gerik Terakhir Terkuak
Rr Dewi Kartika H July 29, 2026 04:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang satpam bernama Sumarna ditemukan tewas dengan kondisi tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi.

"Kita sudah melakukan hipotesa atau beberapa kemungkinan. Sudah banyak kemungkinan yang kita kumpulkan itu kami dalami lebih lanjut," ungkap Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara dilansir dari Kompas TV, Selasa (28/7/2026).

Di sisi lain, penyidik juga mengungkap adanya dugaan persoalan keuangan yang tengah dihadapi korban sebelum meninggal dunia.

"Terkait dengan permasalahan yang ada di korban (sedang didalami)," ujar AKP I Made Purwantara.

Kata Kades

Persoalan keuangan Sumarna sebelumnya turut disinggung Kepala Desa setempat saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Menurut kepala desa, Sumarna yang menjabat sebagai komandan regu (Danton) Linmas dipercaya untuk memegang Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) yang digunakan sebagai pengganti uang Siltap untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas.

"Uang BPJS itu dititip ke kalau Linmas ke Danton, saya umumkan bahwa uang itu udah dibayarkan, uang ganti BPJS Ketenagakerjaan itu udah dibayarkan tapi dititipkan ke kepalanya," ungkap kades.

Namun saat pembunuhan terjadi, Sumarna diketahui belum membagikan uang DBHP tersebut ke anggota Linmas.

"Uang yang dititipkan sama almarhum itu sudah dibagikan?" tanya Dedi Mulyadi.

"Belum, Saya tahu belum itu begitu saya umumkan, mungkin teman-temannya itu mau ngambil ke pos, tapi ternyata enggak ada," ungkap kades.

"Berapa uangnya?" tanya Dedi lagi.

"Rp1.050.000 untuk 14 orang," ujar kades.

Gerak-gerik Terakhir

Siti Maryam istri Sumarna menuturkan, pada Kamis (23/7/2026) malam menjelang Jumat, suaminya menunjukkan gestur tak seperti hari-hari biasanya.

Malam itu, Sumarna memutuskan berangkat bekerja lebih awal dan memilih absen dari kegiatan pengajian rutin.

"Kelihatannya memang seperti kelelahan. Biasanya kalau malam Jumat berangkat lebih sore karena ikut yasinan dulu, tapi malam itu berangkatnya lebih awal dan tidak ikut rutinan," ujar Maryam saat ditemui Tribunjabar.id, Selasa (28/7/2026).

Pamit dan Berdoa Seperti Biasa

Meski melewatkan tradisi yasinan bersama tetangga dan terlihat letih, Maryam menyebut tak ada firasat buruk yang melintas di benaknya.

Sang suami tetap menunjukkan kasih sayangnya sebelum keluar rumah menuju tempat bertugas.

Sumarna tetap berpamitan dan memanjatkan doa demi keselamatan dirinya saat menjalankan tugas menjaga keamanan kawasan vital tersebut.

"Tetap pamitan seperti biasa, berdoa juga sebelum berangkat," tutur Maryam mengenang detik-detik terakhir tatap mukanya bersama sang suami.

Namun, kepulangan Sumarna yang dinanti keluarga tak kunjung terjadi.

Keesokan harinya pada Jumat (24/7/2026), pria yang dikenal bertanggung jawab itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di area kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Penemuan jasad korban seketika menggemparkan warga sekitar serta rekan-rekan kerjanya.

Harapan Istri Agar Misteri Segera Terungkap

Hingga kini, jajaran kepolisian dari Polres Purwakarta masih terus melakukan penyelidikan maraton guna mengumpulkan bukti-bukti dan mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Di tengah simpul misteri yang belum terurai, Maryam hanya bisa berharap agar aparat penegak hukum dapat bekerja cepat mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa tulang punggung keluarganya tersebut.

"Saya hanya ingin kasus ini segera terungkap," ucap Maryam singkat dengan nada pilu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.