TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bukittinggi menegaskan belum menentukan arah dukungan terhadap kandidat yang akan bertarung dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jawa Timur pada 1–5 Agustus 2026.
Rais Syuriah PCNU Kota Bukittinggi, Marfendi, mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu munculnya calon resmi yang ditetapkan melalui mekanisme organisasi.
Menurutnya, PCNU Bukittinggi tidak akan bersikap sebelum ada kepastian mengenai calon yang maju dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Sejauh ini kita belum menentukan dukungan. Tentu dari kita harus melakukan musyawarah terlebih dahulu, kemudian calon pun belum ada yang tampil secara resmi," kata Marfendi kepada TribunPadang.com, Rabun(29/7/2026).
Baca juga: Belum Tentukan Pilihan, PCNU Sijunjung Masih Pantau Kandidat Ketua Umum Jelang Muktamar Ke-35 NU
Ia menegaskan, sebagai organisasi yang berjalan berdasarkan aturan, setiap keputusan harus mengacu pada mekanisme resmi yang ditetapkan PBNU.
"Artinya, yang secara resmi mencalonkan diri kan belum ada. Kalau kita organisasi resmi, kemudian mekanismenya resmi, tentu yang kita tanggapi adalah yang resmi dari pusat," ujarnya.
"Jadi hingga saat ini kita masih menunggu calon yang akan maju nanti. Kemudian kalau memang sudah ada angin-anginnya siapa yang akan maju, maka akan kita musyawarahkan terlebih dahulu," katanya.
Ia menyebutkan hasil musyawarah nantinya akan dikoordinasikan sesuai mekanisme organisasi hingga ke tingkat pusat.
"Nanti pilihan kita akan kita koordinasikan hingga ke tingkat pusat," tambahnya.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, PCNU Padang Belum Tentukan Dukungan untuk Calon Ketua Umum PBNU
Selain menunggu perkembangan bursa calon Ketua Umum PBNU, Marfendi memastikan jajaran PCNU Bukittinggi akan menghadiri Muktamar ke-35 NU di Jawa Timur.
Ia mengatakan, rombongan dari Bukittinggi akan berangkat dengan lima orang pengurus inti.
"Ketika muktamar nanti rencananya kita akan pergi berlima dari Bukittinggi, yaitu Ketua Tanfidziyah, Rais Syuriah, Katib, Sekretaris dan Bendahara," ujarnya.
Marfendi berharap seluruh rangkaian muktamar berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin baik.
"Harapan kita tentu semoga berjalan lancar dan baik. Apalagi Muktamar kali ini unik, yaitu kembali ke tempat mendirikannya pertama kali. Semoga ini menjadi pertanda kita kembali menjadi fitrah," katanya.
Ia juga berharap pemimpin PBNU yang terpilih nantinya dapat menjadi pengayom bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia secara luas.
"Kemudian kita juga berharap pimpinan terpilih nantinya bisa mengayomi warga NU khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya," tuturnya.
Diketahui, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 di Jawa Timur.
Baca juga: Festival Literasi Dharmasraya Dibuka, Pemkab Perkuat SDM Unggul Lewat Budaya Membaca
Sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Umum PBNU, di antaranya KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), serta KH Marzuki Mustamar.
Muktamar ke-35 ini menjadi muktamar pertama NU pada abad kedua organisasi tersebut dan akan menentukan arah kepemimpinan PBNU untuk periode berikutnya.(*)