Dua Petugas PLN Gadungan Tipu Penjual Pakaian di Pangandaran
ferri amiril July 29, 2026 04:20 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Seorang penjual pakaian di Desa Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan dua pria yang mengaku sebagai petugas PLN. 

Akibat aksi tersebut, uang hasil penjualan sebesar Rp 100 ribu yang baru diperoleh korban raib dibawa kabur pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian warga setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) berdurasi 1 menit 15 detik yang memperlihatkan dugaan aksi penipuan itu beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman CCTV, terlihat dua pria mengenakan helm dan jaket berwarna gelap mendatangi sebuah toko pakaian. 

Seorang pelaku berdiri di depan etalase sambil mengamati situasi sekitar, sementara rekannya beberapa kali berjalan mondar-mandir dan berbicara dengan orang yang berada di dalam toko.

Baca juga: Sebulan Lebih Bangkai Tongkang Batubara Teronggok di Pantai Pangandaran, Evakuasi Mulai Persiapan

Meskipun berada beberapa saat di lokasi, keduanya tidak tampak melakukan transaksi ataupun membeli barang. 

Sebuah sepeda motor matik Yamaha NMAX berwarna merah-hitam yang diduga digunakan kedua pelaku juga terlihat terparkir di depan toko selama mereka berada di lokasi.

Korban, Hasan (41), mengatakan peristiwa itu terjadi saat dirinya tidak berada di toko. Saat kejadian, toko dijaga seorang karyawan.

Hasan menyebut, sebelum mendatangi toko, kedua pria itu lebih dahulu menghubunginya melalui telepon. 

Mereka mengaku sebagai petugas PLN dan meminta uang sebesar Rp 400 ribu dengan alasan biaya penggantian nomor ID meteran listrik.

Namun, Hasan menolak memberikan uang saat itu dan meminta agar pembayaran dilakukan keesokan harinya saat dirinya berada di toko.

"Awalnya mereka meminta Rp 400 ribu. Saya bilang besok saja kalau saya sudah ada di toko. Setelah telepon ditutup, ternyata mereka meminta uang kepada karyawan saya," ujar Hasan kepada sejumlah wartawan di depan tokonya, Rabu (29/7/2026) siang.

Saat itu, hasil jualan baru dapat Rp 100 ribu. Tapi uang itu akhirnya diberikan kepada mereka dengan alasan untuk mengganti nomor ID PLN.

Setelah menerima uang Rp 100 ribu, kedua pelaku sempat menunjukkan kuitansi berwarna kuning dengan stempel PT PLN berwarna merah.

Mereka beralasan kuitansi itu hanya akan diberikan jika pembayaran dilakukan penuh sebesar Rp 400 ribu. 

Karena uang yang diterima hanya Rp 100 ribu, kuitansi itu kembali dibawa oleh pelaku sebelum meninggalkan lokasi.

Hasan mengaku tidak dapat mengenali wajah kedua pelaku karena keduanya mengenakan helm selama beraksi. Ia memperkirakan usia pelaku sekitar 37 hingga 40 tahun.

"Kejadiannya kemarin (28/7) sekitar pukul 11.06 WIB. Mereka memakai helm, jadi wajahnya tidak terlihat jelas," katanya.

Sementara itu, Manager ULP PLN Pangandaran, Diki Gunawan, memastikan dua pria yang terekam dalam video CCTV tersebut bukan merupakan petugas resmi PLN.

"Betul, kejadiannya kemarin. Kedua terduga pelaku bukanlah petugas resmi PLN. Mereka adalah oknum yang mengatasnamakan PLN," ucap Diki.

Diki menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterima PLN, sedikitnya terdapat dua warga yang menjadi sasaran dengan modus serupa.

Total kerugian yang dilaporkan sementara mencapai Rp100 ribu.

"Informasi yang kami terima ada dua korban. Uang yang sempat diberikan sebesar Rp100 ribu. Kami juga mendapat kabar kejadian serupa terjadi hingga wilayah Pameungpeuk," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.