4 Bacaan Tawasul Kirim Al-Fatihah untuk Ahli Kubur Lengkap Urutannya
Nanik Ratnawati July 29, 2026 05:34 PM

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan mengirim doa dan pahala bacaan Al-Qur'an untuk ahli kubur, utamanya keluarga. Bacaan tawasul kirim Al-Fatihah untuk ahli kubur lengkap menjadi salah satu bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada mereka yang telah mendahului kita.

Tawasul sendiri secara bahasa berarti mendekatkan diri, sedangkan secara istilah adalah wasilah atau perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW: "Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Doa dan bacaan Al-Fatihah yang dikirimkan untuk ahli kubur merupakan wujud doa seorang anak saleh untuk orang tuanya.

Para ulama sepakat bahwa pahala bacaan Al-Qur'an, termasuk Surat Al-Fatihah dan Yasin, sampai kepada orang yang telah meninggal dan mereka mendapat manfaat dari bacaan tersebut. Kirim doa dengan Al-Fatihah merupakan doa yang paling singkat yang bisa dilakukan, meski tetap harus didahului dengan bacaan tawasul.

Berikut adalah panduan lengkap bacaan tawasul kirim Al-Fatihah untuk ahli kubur yang dapat diamalkan.

Bacaan Tawasul Kirim Al-Fatihah untuk Ahli Kubur

1. Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW dan Keluarganya

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Ilā hadratin-nabiyyi shallallāhu 'alaihi wasallama wa ālihi wa shahbihi syai'un lillāhi lahumul fātihah.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."

Setelah membaca tawasul ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah:

Arab:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ آمِيْنْ

Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn. Arrahmānirrahīm. Māliki yaumiddīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinash-shirāthal mustaqīm. Shirāthal ladzīna an'amta 'alaihim ghairil maghdhūbi 'alaihim waladh-dhāllīn. Āmīn.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami."

2. Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, Wali, dan Orang Saleh

Arab: ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ

Latin: Tsumma ilā hadrati ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-malā'ikatil-muqarrabīn.

Artinya: "Kemudian kepada saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua malaikat yang didekatkan (kepada Allah)."

Setelah itu, kembali membaca Surat Al-Fatihah.

3. Tawasul kepada Semua Ahli Kubur

Arab: ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا

Latin: Tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā.

Artinya: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut."

Kembali membaca Surat Al-Fatihah.

4. Tawasul Khusus untuk Orang Tua, Guru, dan Keluarga

Arab: خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ

Latin: Khushūshan ilā ābā'inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā wa masyāyikhinā wa masyāykhi masyāyikhinā wa asātidzatinā wa asātidzati asātidzatina wa liman ahsana ilainā wa limanijtama'nā hāhunā bisababihi.

Artinya: "Khususnya kepada bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini."

Setelah bacaan ini, disebutkan nama spesifik orang yang ingin didoakan, misalnya: "wa ilā rūhi (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)..." lalu ditutup dengan:

Arab: شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Syai'un lillāhi lahumul fātihah.

Artinya: "Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."Kemudian ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah sekali lagi.

 

Dalil dan Landasan Syariat Tawasul serta Kirim Al-Fatihah

1. Dalil dari Al-Qur'an

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr ayat 10:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ

Artinya: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami...'"

Ayat ini menjadi landasan bahwa mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita dalam keimanan adalah amalan yang diajarkan dalam Al-Qur'an.

2. Dalil dari Hadits

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa doa dari anak saleh sangat bermanfaat bagi orang tua yang telah meninggal. Mengirim Al-Fatihah dan mendoakan ahli kubur termasuk dalam kategori ini.

3. Pendapat Ulama tentang Sampainya Pahala Bacaan Al-Qur'an untuk Mayit

Para ulama dari mazhab Maliki, Hanafi, dan Hanbali sepakat bahwa pahala bacaan Al-Qur'an sampai kepada orang yang telah meninggal dan mereka mendapat manfaat dari bacaan tersebut.

Imam al-Qurthubi dalam Tafsir al-Qurthubi menjelaskan bahwa perbuatan Rasulullah SAW menancapkan pelepah kurma di atas kubur dan mendoakan agar siksa diringankan menjadi dalil bahwa amalan dari orang hidup dapat bermanfaat bagi mayit. Jika pelepah kurma yang tidak bernyawa saja dapat meringankan, maka bacaan Al-Qur'an dan doa tentu lebih utama.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, meskipun dikenal sangat berhati-hati, juga membolehkan ziarah kubur yang dilakukan untuk mendoakan ahli kubur. Beliau menyatakan bahwa ziarah kubur yang sesuai syariat adalah ziarah yang bertujuan mendoakan mayit, sebagaimana halnya shalat jenazah.

4. Landasan Tawasul

Tawasul memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ma'idah ayat 35, yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (perantara) untuk mendekatkan diri kepada-Nya."

Tawasul yang dilakukan dalam rangkaian kirim Al-Fatihah adalah bentuk wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah agar doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan.

Hikmah Bacaan Tawasul Kirim Al-Fatihah untuk Ahli Kubur

1. Menjalin silaturahim dengan orang yang telah meninggal. Mengirim doa dan Al-Fatihah untuk ahli kubur merupakan bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului kita, sekaligus menjaga hubungan batin dengan orang tua, guru, dan keluarga yang telah wafat.

2. Meringankan beban mayit di alam kubur. Doa dan bacaan Al-Fatihah yang dikirimkan dapat menjadi amalan yang bermanfaat bagi mayit dan meringankan siksa kuburnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang pelepah kurma yang dapat meringankan siksa.

3. Mengamalkan ajaran untuk saling mendoakan. Islam mengajarkan umatnya untuk saling mendoakan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Ini merupakan wujud kepedulian dan ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas kematian.

4. Mendidik kesadaran akan kematian. Melalui amalan tawasul dan kirim Al-Fatihah, seseorang diingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat, sehingga termotivasi untuk mempersiapkan bekal amal saleh semasa hidup.

5. Memperkuat ikatan spiritual dengan para nabi dan orang saleh. Tawasul yang mencakup para nabi, wali, dan ulama menjadi pengingat akan keteladanan mereka dan mendorong seseorang untuk meneladani akhlak serta perjuangan mereka dalam beribadah kepada Allah.

Pertanyaan Seputar Tawasul Al Fatihah

1. Apa itu tawasul dalam kirim Al-Fatihah untuk ahli kubur?

Tawasul adalah wasilah atau perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam konteks kirim Al-Fatihah untuk ahli kubur, tawasul berarti menghadiahkan bacaan Al-Fatihah terlebih dahulu kepada Nabi Muhammad SAW, para nabi, wali, dan orang saleh, kemudian kepada ahli kubur yang dituju, sebagai bentuk penghormatan dan agar doa lebih mudah dikabulkan.

2. Apakah pahala bacaan Al-Fatihah sampai kepada orang yang sudah meninggal?

Para ulama dari mazhab Maliki, Hanafi, dan Hanbali sepakat bahwa pahala bacaan Al-Qur'an, termasuk Surat Al-Fatihah dan Yasin, sampai kepada orang yang telah meninggal dan mereka mendapat manfaat dari bacaan tersebut. Hal ini berdasarkan dalil bahwa doa dan amalan dari orang hidup dapat bermanfaat bagi mayit.

3. Bagaimana urutan bacaan tawasul kirim Al-Fatihah yang benar?

Urutan yang benar adalah: (1) Membaca basmalah, (2) Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat, lalu membaca Al-Fatihah, (3) Tawasul kepada para nabi, rasul, wali, syuhada, dan orang saleh, lalu membaca Al-Fatihah, (4) Tawasul kepada semua ahli kubur muslimin dan muslimat, lalu membaca Al-Fatihah, (5) Tawasul khusus kepada orang tua, guru, dan keluarga yang dituju, lalu membaca Al-Fatihah.

4. Kapan waktu yang tepat untuk mengirim Al-Fatihah untuk ahli kubur?

Mengirim Al-Fatihah untuk ahli kubur dapat dilakukan kapan saja, baik secara individu maupun berjamaah. Waktu yang paling utama adalah pada malam Jumat, biasanya setelah shalat Maghrib, atau saat melakukan ziarah kubur. Doa arwah juga dapat dibaca setelah membaca tahlil pada malam Jumat atau ketika ziarah kubur.

5. Apakah tawasul dan kirim Al-Fatihah termasuk amalan bid'ah?

Tawasul dan kirim Al-Fatihah untuk ahli kubur bukanlah amalan bid'ah karena memiliki landasan syariat yang kuat, baik dari Al-Qur'an maupun hadits. Para ulama dari berbagai mazhab telah membolehkan amalan ini dan menganggapnya sebagai bentuk penghormatan serta doa untuk orang yang telah meninggal. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas karena Allah dan tidak meyakini bahwa selain Allah dapat memberikan manfaat atau mudarat secara mandiri.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.