- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meledak usai berakhirnya masa jeda pertempuran singkat.
Militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC dilaporkan kembali menghujani pasukan Amerika Serikat dengan serangkaian rudal balistik.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa serangan mendadak tersebut dilancarkan pada Selasa (28/7/2026).
Pihak Teheran menegaskan bahwa tembakan rudal balistik itu secara khusus menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
Meski begitu, militer Amerika Serikat mengklaim seluruh proyektil berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
Pihak Washington bersama Arab Saudi langsung merespons dengan melancarkan gempuran balasan ke markas milisi pro-Iran di Irak timur.
Operasi gabungan tersebut dilancarkan sebagai balasan atas lebih dari 30 serangan drone IRGC dalam tiga hari terakhir.
Pada saat bersamaan, Arab Saudi juga mengumumkan sukses menggagalkan serangan drone yang mengincar fasilitas minyaknya.
Eskalasi panas ini sekaligus memupuskan harapan diplomasi setelah kedua negara sempat menghentikan kontak senjata selama tiga hari.
Menariknya, gelombang serangan balasan ini terjadi bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington.