Orangtua Siswa Tidak Lagi Gendong Anak Sebrangi Sungai, Jembatan di Desa Manggis Rampung
Ida Ayu Suryantini Putri July 29, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Senyum sumringah teraut dari wajah I Wayan Sujana (60), saat ditemui di acara peresmian Jembatan Garuda di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem, Rabu (29/7/2026). 

Selama bertahun-tahun dirinya menantikan jembatan permanen dan aman, yang menghubungkan Dusun Belong dan Dusun Yeh Poh.

Hal itu bukan tanpa alasan, menurutnya selama ini akses menyebrangi sungai itu sangat vital bagi masyrakat. Terutama bagi siswa yang hendak menuju ke SD N 3 Manggis.

"Selama ini warga harus melewati sungai untuk menyebrang dari Dusun Belong ke Yeh Poh dan sebaliknya. Padahal di sini ada sekolah juga (SD N 3 Manggis)," ujarnya.

Baca juga: Nahkodai KONI Karangasem, Pandu Evaluasi Prestasi Olahraga, Soroti Atlet Lokal Perkuat Daerah Lain

Ia mengatakan,  jembatan permanen tersebut sangat dinantikan masyarakat karena menjadi jalur utama tidak hanya menuju sekolah, tapi juga ke kebun warga, hingga kegiatan adat.

Menurutnya, sebelum jembatan berdiri, warga harus menyeberangi sungai. Saat musim hujan dan debit air meningkat, akses tersebut nyaris tidak bisa dilalui.

"Bahkan dulu ketika sungai banjir, orang tua harus menggendong anak-anak menuju SD Negeri 3 Manggis agar bisa tetap bersekolah. Kalau tidak berani menyeberang, mereka harus memutar lewat jalur yang lebih jauh," katanya.

Selain dimanfaatkan anak sekolah, jembatan juga mempermudah masyarakat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan serta menghubungkan akses antara Dusun Belong dengan Yeh Poh. 

Baca juga: Karangasem Bali Bentuk Unit Layanan Disabilitas: Keselamatan Harus Milik Bersama Saat Bencana

"Kami berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan mobilitas sekaligus menunjang perekonomian desa," harapnya.

Jembatan Garuda yang dibangun atas inisiasi Presiden Prabowo tersebut, diresmikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.

Jembatan tersebut dibangun melalui Program TNI AD dsn diharapkan mampu membuka akses masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di wilayah setempat.

Peresmian turut dihadiri Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, Asisten II Setda Karangasem Made Agus Budiyasa, Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf I Putu Gede Widiarta, serta masyarakat Desa Manggis.

Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program Presiden yang pelaksanaannya disalurkan melalui TNI Angkatan Darat. Proses pembangunan melibatkan Kodim 1623/Karangasem bersama masyarakat setempat.

Jembatan hingga rabat beton tersebut memiliki panjang 25 meter meter dan lebar sekitar 4,5 meter. 

Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai untuk menuju dusun seberang, sehingga aktivitas menjadi terganggu terutama saat debit air meningkat.

"Anak-anak sekarang bisa berangkat ke sekolah dengan lebih aman melalui jembatan ini. Harapannya keberadaan Jembatan Garuda dapat meningkatkan aktivitas dan perekonomian masyarakat," ujar Piek.

Ia menambahkan, hingga saat ini telah dibangun 29 Jembatan Garuda di Bali. Ke depan, apabila masih ada daerah yang membutuhkan akses serupa, TNI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.