Pangkalpinang, Bangka Belitung (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meminta kepolisian daerah untuk meningkatkan patroli guna mencegah tindakan main hakim sendiri kepada terduga pelaku kejahatan.

"Saya meminta kepolisian khususnya Polda Kepulauan Babel untuk lebih meningkatkan patroli dan mengedukasi masyarakat untuk tidak main hakim sendiri," kata Yusril saat menghadiri Wisuda XXXVII Universitas Bangka Belitung (UBB) di Balun Ijuk Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, Rabu.

Ia mengatakan akhir-akhir ini banyak terjadinya kasus begal, perampokan, pencurian, dan lainnya.

Namun, Yusril menyampaikan bahwa bukan itu permasalahannya, tetapi mereka yang dicurigai atau diduga melakukan tindak kejahatan tersebut ditangkap dihakimi massa beramai-ramai hingga mengakibatkan meninggal dunia.

"Kita sudah bertemu dengan Kapolda Kepulauan Babel dan meminta kepolisian menjaga, memelihara ketertiban umum serta melakukan perlindungan kepada masyarakat di daerah ini," ujarnya.

Menurut dia, dalam meredam tindakan massa main hakim sendiri itu tidak hanya tugas kepolisian, tetapi pemerintah daerah dan tokoh agama juga harus berperan dan mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan.

"Para kyai, ulama, dan tokoh agama lainnya diharapkan mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan, karena belum tentu orang tersebut melakukan pencurian ayam, sepeda motor dan lainnya," ucap Yusril.

Ia menyatakan tindakan main hakim sendiri merupakan cara-cara yang tidak manusiawi dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

"Kalau terjadi kasus-kasus pencurian, perampokan dan begal maka silahkan masyarakat melaporkannya ke kepolisian, karena terduga ini belum tentu melakukan kesalahan," katanya.