Keluarga Tersangka Pengeroyokan di Tabanan Bali Kini Kesulitan Keuangan, Tangisi Nasib Suami & Anak
Talitha Daren July 29, 2026 04:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Amnesty International Indonesia mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para pelaku pengeroyokan sekaligus meminta negara memberikan perlindungan kepada keluarga korban.

Dampak tragedi tersebut tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga keluarga yang kehilangan sumber penghidupan. 

Baca juga: Pria Terduga Maling Ayam di Tabanan Bali Disebut Bawa Senjata Tajam, Aksi Warga Tidak Direncanakan

Amnesty Minta Negara Bertindak Tegas

Dikutip dari Kompas pada 29 Juli 2026, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan negara harus memberikan perhatian terhadap keluarga korban yang kehilangan pencari nafkah utama.

Usman juga meminta aparat penegak hukum tidak memberikan toleransi terhadap pelaku aksi vigilantisme.

Ia menegaskan para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga: Autopsi Pria Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Bali, Keluarga Sempat Tak Rela Makam Digali Kembali

PENGGEROYOKAN - Kolase tangkapan layar video CCTV yang menunjukkan warga mengejar pria yang diduga mencuri ayam di Kabupaten Tabanan dan suasana duka keluarga korban
PENGGEROYOKAN - Kolase tangkapan layar video CCTV yang menunjukkan warga mengejar pria yang diduga mencuri ayam di Kabupaten Tabanan dan suasana duka keluarga korban (Tribun Trends/Instagram @balionline_id)

Kasus Pengeroyokan Berujung Maut

Sorotan Amnesty muncul setelah dua kasus pengeroyokan yang berakhir dengan kematian terjadi di Bali dan Sulawesi Tengah.

Di Kabupaten Tabanan, Bali, seorang pria berinisial KD meninggal dunia usai menjadi sasaran amuk massa setelah diduga mencuri ayam pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026.

KD mengalami luka berat akibat dikeroyok dan meninggal sebelum sempat diserahkan kepada pihak kepolisian.

Dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi telah memeriksa 18 orang saksi dan menetapkan lima tersangka.

KD diketahui bekerja sebagai buruh harian dan meninggalkan seorang istri beserta dua anak yang masih bersekolah.

Baca juga: 5 Tersangka Pengeroyokan Terduga Maling Ayam di Tabanan Ditahan, Korban Ternyata Residivis Pencurian

KELUARGA - Keluarga pelaku pengeroyokan di Baturiti, Tabanan, Ni Komang Narti saat dimintai keterangan pada Selasa 28 Juli 2026. Ia mengaku sempat diancam (Tribun Trends/Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta)

Keluarga Tersangka Pengeroyokan Ikut Terpukul

Di sisi lain, keluarga salah satu tersangka kasus pengeroyokan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, juga mengaku menghadapi kesulitan setelah penahanan anggota keluarganya.

Ni Komang Narti mengaku terus menangisi nasib suami dan anaknya yang kini ditahan di Polres Tabanan.

Ia mengatakan keduanya merupakan tulang punggung keluarga yang selama ini bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Narti mengungkapkan kondisi ekonomi keluarganya semakin berat karena masih memiliki utang yang digunakan untuk membiayai pernikahan anak.

Kini ia terpaksa kembali bertani dan menjual sayuran demi mencukupi kebutuhan hidup bersama menantu serta dua cucunya yang masih balita.

Selain bertani, suami dan anaknya selama ini juga beternak ayam sebagai sumber penghasilan tambahan.

Beberapa bulan sebelum kejadian, keluarganya kehilangan 16 ekor ayam akibat pencurian.

Ia juga mengaku terduga pencuri, KD, pernah mengancam suami dan anaknya setelah diduga ketahuan membawa ayam curian.

(TribunTrends.com/Talitha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.