Bupati Anawar Sadat Dorong Pembentukan Kantor Daops Karhutla
Heri Prihartono July 29, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., memimpin audiensi strategis terkait rencana pembentukan Kantor Daerah Operasi (Daops) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (29/7/2026).

Langkah ini menjadi bukti komitmen serius Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan.

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati tersebut dihadiri Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera, Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup di Kota Jambi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, jajaran perangkat daerah terkait, serta para tamu undangan.

Dalam arahannya, Bupati Anwar Sadat menjelaskan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki karakteristik wilayah dengan hamparan lahan gambut yang cukup luas dan rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau.

Karena itu, keberadaan Kantor Daops Pengendalian Karhutla di tingkat kabupaten dinilai sangat penting untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan dini.

"Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Berbagai upaya preventif hingga penegakan hukum terus digalakkan melalui kolaborasi erat dengan pihak perusahaan dan instansi terkait. Setiap tahun, pemerintah juga rutin memberikan pelatihan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menjalin sinergi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Tidak hanya itu, langkah tegas juga dilakukan melalui kerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan tanpa kompromi," tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah menyalurkan bantuan berupa unit traktor untuk mendukung pembukaan lahan pertanian secara ramah lingkungan.

Selain itu, pembangunan embung di sejumlah desa juga terus digencarkan guna menjamin ketersediaan sumber air di kawasan rawan karhutla.

Selain fokus pada pengendalian karhutla, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan melalui penanganan persoalan persampahan.

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah mengoperasikan mesin pemisah sampah modern di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tejun Gajah.

"Kehadiran mesin pemisah sampah ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan limbah secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan di kawasan TPA. Melalui berbagai langkah komprehensif ini, pemerintah optimistis kesejahteraan masyarakat akan meningkat seiring dengan terjaganya kelestarian lingkungan hidup," tutupnya.

Melalui pembentukan Kantor Daops Pengendalian Karhutla, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta dunia usaha semakin kuat. Program ini akan mengedepankan upaya pencegahan melalui patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam melakukan pemadaman dini sebelum kebakaran meluas.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyediaan sarana dan prasarana serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna merealisasikan pembentukan Kantor Daops Pengendalian Karhutla.

Dengan langkah proaktif tersebut, Kabupaten Tanjung Jabung Barat optimistis mampu mewujudkan wilayah yang bebas dari kabut asap sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga: Breaking News Karhutla di Jaluko, Petugas Kirim Helikopter Water Bombing

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.