TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Polres Morowali mengungkapkan hasil penyelidikan sementara terkait kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menunjukkan aksi kekerasan terhadap korban didominasi pukulan menggunakan tangan kosong.
Wakapolres Morowali, Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, mengatakan hingga kini penyidik belum menemukan adanya senjata tajam maupun batu yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebanyakan pemukulan oleh pelaku menggunakan tangan kosong," ujarnya saat diwawancarai Tribunpalu.com, Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Wadek III FISIP Untad Palu Ajak Mahasiswa Baru Aktif Berorganisasi dan Jauhi Narkoba
Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa menjelaskan, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun keterlibatan para pelaku dalam kasus tersebut.
Sejauh ini, barang bukti yang telah diamankan berupa sejumlah keranjang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Barang bukti yang kita sita yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut berupa keranjang-keranjang yang ada di Indomaret, kita amankan dulu," katanya.
Saat ditanya mengenai dugaan penggunaan senjata tajam, ia memastikan penyidik belum menemukannya.
"Untuk senjata tajam, belum kita temukan," ucapnya.
Hal serupa juga berlaku terhadap dugaan penggunaan batu sebagai alat untuk melakukan pengeroyokan.
"Untuk batu, belum ada kita temukan," tambahnya.
Baca juga: Wanita Mengaku Pemilik Motor Klarifikasi Kasus Amuk Massa di Bahomakmur Morowali
Polres Morowali menegaskan penyelidikan masih terus berlanjut untuk melengkapi alat bukti serta mengungkap seluruh pihak diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut.(*)