TRIBUNNEWS.COM - International Football Association Board (IFAB) akhirnya memberikan klarifikasi terkait insiden kartu merah Breel Embolo dalam pertandingan Swiss melawan Argentina pada perempat final Piala Dunia 2026.
Berdasarkan pernyataan IFAB, penyerang Swiss tersebut seharusnya tidak menerima kartu merah dalam laga yang berlangsung di Arrowhead Stadium, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2026 lalu
Dalam pernyataanya, IFAB menilai terdapat kesalahan dalam penerapan video assistant referee (VAR) pada momen tersebut.
Ditarik ke belakang, Embolo mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-74 setelah wasit melakukan peninjauan melalui VAR.
Insiden bermula ketika pertandingan masih imbang 1-1. Embolo terjatuh saat mencoba melindungi bola dari Leandro Paredes dan kakinya mengenai gelandang Argentina tersebut.
Wasit Joao Pedro Silva Pinheiro awalnya justru memberikan kartu kuning kepada Paredes karena mengira terjadi pelanggaran.
Namun, VAR meminta sang pengadil lapangan meninjau ulang tayangan tersebut.
Baca juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Cucurella Penuhi Janji, Bikin Tato Pelatih La Furia Roja
Setelah melihat monitor, Pinheiro membatalkan kartu kuning untuk Paredes dan menyatakan Embolo melakukan diving.
Karena sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning, Embolo langsung menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Swiss karena dianggap kontroversial.
Bermain dengan 10 pemain, Swiss akhirnya gagal ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-3 dari Argentina melalui babak tambahan waktu.
Meski gagal ke semifinal Piala Dunia 2026, perkembangan Swiss dalam beberapa tahun terakhir membuat mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan Eropa.
"Kalau saya melihat Swiss sebenarnya bukan lagi tipe underdog. Mereka sudah menunjukkan perkembangan sejak Euro 2024, mampu menahan Jerman, menyingkirkan Italia, dan hanya kalah adu penalti dari Inggris. Itu menunjukkan kualitas mereka," ujar Hamid Anwar dalam podcast YouTube Super Taktik Tribunnews berjudul "Prediksi Grup A-F Piala Dunia 2026 & Last Dance Ronaldo vs Messi", yang direkam di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Kylian Mbappe Tulis Surat Terbuka usai Gagal Bawa Prancis Juara Piala Dunia 2026
Dalam edaran resminya sebagaimana dikutip dari L'Equipe, IFAB menjelaskan bahwa kartu kuning pertama dapat ditinjau melalui VAR hanya untuk memastikan identitas pemain yang melakukan pelanggaran.
Namun, proses tersebut tidak seharusnya digunakan untuk mengubah keputusan awal jika tidak terdapat kesalahan terkait identitas pemain.
IFAB menilai keputusan wasit dan VAR dalam pertandingan Swiss kontra Argentina tidak sesuai dengan protokol yang berlaku.
Apabila aturan diterapkan dengan tepat, kartu merah untuk Embolo seharusnya tidak diberikan.
"Kesalahan yang dilakukan oleh VAR dan wasit dalam situasi ini adalah mereka seharusnya tidak membatalkan hukuman awal, karena tidak ada kesalahan mengenai identitas pemain."
"Dalam kasus ini, wasit seharusnya mengubah alasan penggunaan VAR, yang tidak dilakukan, sehingga terjadi penyalahgunaan bantuan video," tulis L'Equipe.
Terlepas dari segala kontroversinya, Argentina yang diperkuat Lionel Messi gagal mempertahankan gelar juara dan hanya finis sebagai runner-up Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol.
(Tribunnews.com/Isnaini)