Internet Satelit Perkuat Mitigasi Bencana dan Pelayanan Publik di Pelosok Sukabumi
ferri amiril July 29, 2026 05:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com M Rizal Jalaludin

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUKABUMI - Di balik eloknya perbukitan Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpasang sebuah antena satelit di atap kantor desa. 

Perangkat yang tampak sederhana itu bukan sekadar penangkap sinyal biasa, melainkan jembatan komunikasi vital bagi warga, aparat desa, hingga para relawan kebencanaan.
 
Sebagai wilayah yang kerap diintai ancaman tanah longsor dan cuaca ekstrem, kecepatan komunikasi di Citamiang adalah perkara krusial. Dalam kondisi darurat, keterlambatan informasi dapat berdampak fatal. 

Kini, berkat hadirnya konektivitas internet berbasis komunitas, kendala ruang dan waktu mulai teratasi.

Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi dan Atma Connect, dengan dukungan penuh dari Internet Society Foundation. 

Melalui program bertajuk “Mengembangkan Model Ketahanan Internet Berbasis Komunitas yang Berkelanjutan untuk Penanggulangan Bencana”, penyediaan akses internet satelit terus diperluas di area-area rawan bencana.

Setelah sukses menerapkan fase pertama di Desa Sukamaju (Nyalindung) dan Desa Ciengang (Gegerbitung), program kini memasuki fase kedua. Ekspansi menyasar lima desa di wilayah Kecamatan Purabaya, Cidolog, dan Curugkembar.
 
Tak sekadar memasang infrastruktur, program ini membekali Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dengan pelatihan teknologi digital. Para relawan dilatih memanfaatkannya untuk percepatan laporan lapangan, koordinasi lintas instansi, hingga edukasi publik.

Dampak positif jaringan internet ini dirasakan langsung oleh Lukman Hakim, salah satu anggota SIBAT Desa Citamiang. Ia mengenang bagaimana sulitnya berkomunikasi saat jaringan konvensional terputus.

"Sebelum ada internet ini, kami sering kesulitan menyampaikan informasi. Keterbatasan jaringan membuat laporan kebencanaan terkadang terlambat diterima," ungkap Lukman.

Kini, peta komunikasi berbalik arah. Sinyal satelit memungkinkan laporan kejadian dikirimkan secara real-time. Edukasi kesiapsiagaan pun kian masif disebarkan melalui platform digital besutan Atma Connect.

"Sekarang komunikasi jauh lebih cepat dan efektif. Saat situasi darurat, kecepatan informasi sangat menentukan proses penanganan di lapangan," tambahnya.

Gandakan Manfaat untuk Pelayanan Publik dan Administrasi Desa
 
Kemanfaatan teknologi ini ternyata melampaui urusan mitigasi bencana. Pemerintah Desa Citamiang kini memanfaatkannya untuk mengakselerasi pelayanan administrasi warga yang serba digital.
 
Sekretaris Desa Citamiang, Nenda Shopiya Aspari, menyebutkan bahwa hampir seluruh sistem tata kelola desa modern mengandalkan koneksi internet yang stabil.

Jaringan satelit kini digunakan untuk penginputan data profil desa dan Kelurahan (Prodeskel). Pengelolaan administrasi keuangan dan aset desa. Pengajuan bantuan sosial warga kurang mampu via aplikasi SIKS-NG Kemensos. Fasilitasi rapat koordinasi via Zoom dan pelatihan warga di aula desa.
 
Sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan fungsi jaringan saat bencana, Pemdes Citamiang mengalokasikan anggaran desa untuk pengadaan panel surya. Sistem tenaga surya ini memastikan perangkat internet tetap menyala meski jaringan listrik padam.

Solusi Saat Akses Komunikasi Konvensional Lumpuh
 
Direktur Program Atma Connect, Alpan R. Kasdar, menegaskan alasan utama pemilihan teknologi satelit: keandalan saat kondisi kritis.

"Ketika bencana terjadi dan jaringan komunikasi konvensional terganggu, internet berbasis satelit tetap bisa beroperasi. Penanganan pascabencana bisa berjalan lebih cepat, dan warga dilatih untuk mandiri memanfaatkannya," terang Alpan.

Alpan menambahkan, penguatan kapasitas warga lokal sebagai garda terdepan menjadi fokus utama pada pengembangan fase kedua ini.

Kolaborasi multisektor di Desa Citamiang ini membuktikan bahwa ketangguhan bencana tak selalu membutuhkan infrastruktur megah. Dari sebuah perbukitan di Sukabumi, koneksi internet mampu menjelma menjadi benteng pertahanan bencana sekaligus pendorong kemajuan pelayanan publik.* (M Rizal Jalaludin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.