Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026.
Warga diminta tidak membersihkan lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir pihaknya sudah menerima dua laporan kebakaran di kawasan kebun atau hutan di wilayah Kecamatan Padaherang.
Peristiwa pertama terjadi di kawasan kebun jati Desa Sindangwangi. Selanjutnya, insiden kebakaran kembali terjadi pada malam hari di Desa Bojongsari yang berbatasan langsung dengan Desa Sindangwangi.
"Memang ada laporan kebakaran dan itu langsung ditangani oleh masyarakat setempat sehingga api berhasil dipadamkan," ujar Dodo kepada Tribun Jabar dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (29/7/2026) siang.
Baca juga: Panduan Berkemah di Pantai Madasari Pangandaran dengan Panorama Samudra Hindia
Penyebab pasti munculnya titik api masih belum diketahui. Namun, pihaknya menduga kebakaran dipicu aktivitas pembakaran yang kemudian merambat ke area sekitar.
Menurutnya, kondisi dedaunan dan ranting yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat api lebih cepat menyebar ketika musim kemarau.
"Kami mengimbau masyarakat agar jangan pernah membersihkan sampah, semak belukar, atau lahan dengan cara dibakar," katanya.
Selain itu, ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak membiasakan diri membuang puntung rokok sembarangan.
Karena, bara api yang masih menyala berpotensi menyulut dedaunan kering dan memicu kebakaran.
"Segera laporkan kepada kami apabila menemukan titik api di suatu lokasi, terlebih jika berada di dekat kawasan permukiman padat penduduk," ucap Dodo.
Tak hanya mewaspadai kebakaran, Dodo pun mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
"Jadi, gunakan air seperlunya dan menjaga kondisi kesehatan dengan menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan," ujarnya.(*)