KKN Unika Ruteng Ubah Bambu Jadi Solusi Atasi Sampah, Kelurahan Mandosawu Didorong Lebih Bersih
Nofri Fuka July 29, 2026 05:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Mahasiswa Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menghadirkan inovasi sederhana untuk mendukung kebersihan lingkungan di Kelurahan Mandosawu, Kecamatan Lambaleda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.

Melalui pemanfaatan potensi lokal, para mahasiswa membuat sembilan tempat sampah berbahan bambu yang akan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung gerakan hidup bersih dan sehat yang selama ini dijalankan Pemerintah Kelurahan Mandosawu.

Program tersebut lahir dari hasil koordinasi mahasiswa bersama Lurah Mandosawu, Rosalia Din, SE, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat. Selain terlibat dalam pelayanan Posyandu dan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), mahasiswa juga berupaya menjawab kebutuhan nyata masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan.

Selama tiga minggu pelaksanaan KKN, mahasiswa aktif mengikuti berbagai kegiatan masyarakat, termasuk memberikan penyuluhan kepada ibu balita dan mengunjungi wilayah RT 21 yang merupakan salah satu wilayah terjauh di Kelurahan Mandosawu.

 

Baca juga: Kelompok 72 KKN Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Edukasi Literasi dan Numerasi di SDI Logo

 

 

Lurah Mandosawu, Rosalia Din, SE, mengapresiasi semangat mahasiswa yang terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat.

"Dari anak-anak sendiri, mereka semangat juga. Waktu itu lokasi yang kami kunjungi cukup jauh, bahkan termasuk wilayah paling ujung di kelurahan, yaitu di RT 21. Mereka juga mau berjalan kaki supaya mengetahui lokasi tersebut. Menurut saya, partisipasi mereka sudah sangat baik," ujar Rosalia kepada TribunFlores.com, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa sejalan dengan program pemerintah kelurahan, terutama dalam mendukung Posyandu dan membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Tempat Sampah Bambu untuk Atasi Sampah Berserakan

Tempat sampah yang dibuat mahasiswa menggunakan bambu karena bahan tersebut mudah ditemukan di lingkungan sekitar, ramah lingkungan, kuat, serta dapat diperbarui.

Sembilan tempat sampah tersebut akan ditempatkan di tujuh titik Posyandu, Kantor Kelurahan Mandosawu, serta jalur menuju sekolah yang sering dilalui anak-anak.

Rosalia mengatakan, kehadiran tempat sampah tersebut diharapkan dapat menjawab persoalan sampah yang masih ditemukan berserakan di sejumlah titik.

"Kami melihat masih banyak sampah yang berserakan. Karena itu, anak-anak memiliki ide membuat tempat sampah. Mudah-mudahan dengan adanya tempat sampah ini, masyarakat semakin terbiasa membuang sampah pada tempatnya," katanya.

Selain menyediakan fasilitas kebersihan, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Rosalia berharap kreativitas mahasiswa dapat menjadi contoh bagi warga agar mampu menciptakan solusi sederhana tanpa membutuhkan biaya besar.

"Mudah-mudahan masyarakat melihat bahwa tempat sampah bisa dibuat secara kreatif tanpa membutuhkan anggaran yang besar. Mereka bisa mencontohnya dan membuat sendiri di rumah masing-masing," ujarnya.

Dorong Lingkungan Sehat dan Kurangi Risiko Penyakit

Koordinator Kelompok 19 KKN Tematik 2026 Unika Santu Paulus Ruteng, Margareta Sarina Lestari atau Ecin, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta mengurangi dampak buruk akibat sampah.

Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik dapat mengurangi munculnya bau tidak sedap, lalat, tikus, hingga risiko penyebaran penyakit seperti diare dan demam berdarah dengue (DBD).

Program tersebut juga diharapkan membantu mengurangi penyumbatan saluran air yang dapat memicu banjir.

"Kami berharap setelah kami membuat tempat sampah ini, masyarakat menjadi semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya," tutur Margareta.

Melalui program sederhana berbahan bambu tersebut, mahasiswa berharap tumbuh budaya baru di tengah masyarakat untuk menjaga kebersihan secara bersama-sama.

Langkah kecil Kelompok 19 KKN Tematik Unika Santu Paulus Ruteng ini diharapkan menjadi awal bagi terwujudnya Kelurahan Mandosawu yang lebih hijau, bersih, sehat, dan peduli terhadap lingkungan. (*/) (***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.