BAKAM, BABEL NEWS - Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka berhasil memfasilitasi penyelesaian tagihan pembayaran kredit macet petani kelapa sawit mitra PT Sumarco Makmun Indah yang telah tertunggak sejak tahun 2017. Kegiatan mediasi yang dipimpin langsung oleh Kasi Datun Kejari Bangka, Maharani Cahyanti ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna Kecamatan Bakam, Selasa (28/7).
Aksi ini didasarkan pada Surat Permohonan Pendampingan Hukum Nomor: 180-000/283/SETDA/III/2025 tertanggal 24 November 2025. Pendampingan difokuskan untuk menyelesaikan permasalahan perkebunan kelapa sawit berpola PIR TRANS antara PT Sumarco Makmun Indah dan para petani, yang terbagi atas Kebun 1 sebanyak 901 petani dan Kebun 2 sebanyak 686 orang di wilayah Kabupaten Bangka.
Kepala Kejari Bangka, Herya Sakti Saad menegaskan, langkah ini merupakan wujud nyata pelaksanaan bantuan hukum non-litigasi oleh JPN dalam rangka pemulihan keuangan negara atau daerah. "Kami mempublish kinerja Kejari Bangka melalui Bidang Datun, di mana pelaksananya adalah Jaksa Pengacara Negara dalam rangka pemulihan keuangan negara maupun daerah, dengan menggunakan kewenangannya memberikan bantuan hukum non-litigasi kepada Pemkab Bangka," kata Herya Sakti Saad melalui keterangan resminya.
Dalam pertemuan ini, sebanyak 13 petani telah menunjukkan itikad baik dengan melunasi pembayaran tagihan kredit mereka. Berdasarkan rekapitulasi, dana tersebut langsung tertampung di rekening penampungan BRI Sungailiat dengan total perolehan sebesar Rp416.030.930.
"Tim JPN Kejari Bangka menyatakan optimisme tinggi, proses penyelesaian sisa pembayaran kredit ini dapat terealisasi secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah disepakati," ucapnya.
Sebagai tindak lanjut dari rangkaian penyelesaian kredit macet ini, Tim JPN juga dijadwalkan akan melanjutkan kegiatan serupa di Gedung Serba Guna Camat Puding Besar, pada Kamis (30/7). "Langkah ini dinilai sangat penting demi memberikan kepastian penyelesaian finansial, sekaligus menjamin kepastian legalitas kebun yang saat ini sedang mereka garap dan kuasai," ungkapnya. (*/v1)