Ratusan Pencari Kerja Serbu Manado Job Fair 2026, Lowongan ke Taiwan dan Hongkong Jadi Buruan
Ventrico Nonutu July 29, 2026 07:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID – Ratusan pencari kerja memadati pelaksanaan Manado Job Fair 2026 yang digelar di Star Square, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan 31 perusahaan dengan sekitar 1.600 lowongan kerja dari berbagai sektor.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu siang, salah satu stan yang paling ramai dikunjungi adalah Sinibantu, perusahaan yang membuka kesempatan bekerja di luar negeri.

Stan tersebut juga sempat ditinjau langsung oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota Richard Sualang.

Perwakilan perusahaan, Kinanti, mengatakan pihaknya menawarkan lowongan kerja untuk penempatan di Taiwan dan Hongkong.

Posisi yang dibuka ditujukan bagi lulusan Diploma III Keperawatan yang telah memiliki pengalaman bekerja di rumah sakit.

"Gaji sekira Rp 12 - 13 juta, dan ini penyalur resmi," kata dia.

Menurut Kinanti, perusahaan tersebut juga mengikuti Job Fair Manado pada tahun sebelumnya.

Saat itu, sekitar 30 orang berhasil direkrut dan hingga kini masih bekerja di Hongkong maupun Taiwan.

Tahun ini, perusahaan berharap jumlah warga Manado yang dapat diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri semakin bertambah.

Salah seorang pencari kerja, Yuli, mengaku tertarik apabila mendapat kesempatan bekerja di luar negeri.

"Mungkin enak jika bisa kerja di luar negeri, apalagi usia masih muda," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, Fadli Kasim, menjelaskan bahwa Job Fair 2026 melibatkan 31 perusahaan dengan lebih dari 1.600 posisi pekerjaan yang tersedia.

"Job fair berlangsung selama dua hari, ayo warga Manado manfaatkan kesempatan ini," katanya.

Fadli menambahkan, pihaknya telah mengingatkan seluruh perusahaan peserta job fair agar mematuhi ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 6 tentang Ketenagakerjaan.

Salah satu poin yang diatur adalah kewajiban perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, dengan komposisi minimal 70 persen penerima kerja merupakan pemegang KTP Manado.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Manado Andrei Angouw mengajak masyarakat memanfaatkan ajang bursa kerja tersebut untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Ia juga menyoroti kondisi yang menurutnya menjadi anomali di Kota Manado.

"Manado ini pertumbuhan ekonominya lebih dari nasional, PDRB juga demikian, kemiskinan rendah, tapi kenapa pengangguran tinggi," katanya.

Menurut Andrei, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memiliki semangat bekerja yang tinggi, rajin, serta mampu bersaing di dunia kerja.

"Juga harus punya etos kerja yang tinggi," katanya.

Wali Kota Manado ke-19 itu juga mendorong masyarakat agar menjadi tenaga profesional di bidang yang mereka tekuni sehingga memiliki nilai tambah dan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

"Kalau anda Sales jadilah ahli di bidang itu, kalau anda penyapu jalan, jadilah ahli di bidang itu," katanya.

(TribunManado.co.id/Art)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.