TRIBUNFLORES.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang memprakirakan sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan pada periode 28 Juli–3 Agustus 2026.
Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, sementara masyarakat diminta mewaspadai angin kencang yang bersifat kering karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan prospek cuaca mingguan yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, aktifnya angin Monsun Timur menyebabkan musim kemarau masih berlangsung di wilayah NTT. Kondisi tersebut juga mengakibatkan pertumbuhan awan berkurang sehingga cuaca cenderung cerah berawan.
BMKG mencatat suhu udara pada malam hingga dini hari terpantau lebih rendah. Sementara itu, suhu udara di NTT diprakirakan berkisar antara 14 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 45–95 persen.
Baca juga: El Nino 2026 Berpotensi Menguat, BMKG: Waspada Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang
Selain itu, suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berada pada kisaran 24–28 derajat Celsius, dengan anomali suhu muka laut berkisar -1,5 hingga +1,0 derajat Celsius.
Pada periode 28–31 Juli 2026, hujan ringan berpotensi terjadi di Pulau Flores, Pulau Timor, dan Pulau Sumba. Sementara wilayah Adonara, Solor, Lembata, Alor, Pantar, Sabu, dan Rote diprakirakan tidak memiliki potensi hujan yang signifikan.
Memasuki periode 1–3 Agustus 2026, potensi hujan ringan masih diprakirakan terjadi di Pulau Flores, Pulau Timor, serta wilayah Alor dan Pantar. Adapun wilayah Adonara, Solor, Lembata, Sumba, Sabu, dan Rote diprakirakan tetap didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tanpa potensi hujan yang berarti.
Baca juga: Awal Juli Musim Kemaru Semakin Dominan, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Belum Sepenuhnya Hilang
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai angin kencang yang bersifat kering. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah NTT.
Masyarakat diimbau menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau lahan terbuka, serta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami embusan angin kencang.