Petik Jamur Liar di Jalan, Satu Keluarga Keracunan usai Menyantapnya
GH News July 29, 2026 08:10 PM
Jakarta -

Jangan asal makan jamur liar! Satu keluarga di Malaysia keracunan usai menyantap jamur yang dipetik di pinggir jalan.

Mengonsumsi jamur memang kerap dianggap aman, terutama jika bentuknya menyerupai jamur yang biasa dimakan.

Padahal, sejumlah spesies jamur beracun memiliki tampilan yang hampir identik dengan jamur konsumsi.

Kesalahan mengenali jenis jamur inilah yang dapat berujung pada keracunan makanan, seperti yang baru-baru ini dialami oleh satu keluarga.

Peristiwa tersebut bermula ketika tiga anggota keluarga memetik jamur liar yang tumbuh di pinggir jalan. Mereka kemudian mengolah dan menyantap jamur tersebut sebagai makanan.

Keluarga keracunan usai makan jamur liarKeluarga keracunan usai makan jamur liar Foto: Petaling Health Office

Tak lama setelah dikonsumsi, ketiganya mulai merasakan gejala yang mengarah pada keracunan, seperti dikutip dari Media Selangor (28/7).

Sekitar satu hingga dua jam setelah makan, mereka mengalami muntah, diare, dan sakit perut. Ketiganya kemudian mendapatkan penanganan medis sebagai pasien rawat jalan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jamur yang mereka konsumsi diketahui merupakan Chlorophyllum molybdites, salah satu spesies jamur beracun yang cukup sering menyebabkan kasus keracunan.

"Ketiga anggota keluarga mengalami muntah, diare, dan sakit perut sekitar satu hingga dua jam setelah mengonsumsi jamur liar yang kemudian diidentifikasi sebagai spesies Chlorophyllum molybdites," demikian keterangan dari otoritas kesehatan Selangor.

Keluarga keracunan usai makan jamur liarKeluarga keracunan usai makan jamur liar Foto: Petaling Health Office

Kasus tersebut kembali menjadi pengingat bahwa mengenali jamur yang aman dikonsumsi bukan perkara mudah.

Banyak jamur beracun memiliki bentuk, warna, hingga ukuran yang sangat mirip dengan jamur yang dapat dimakan. Bahkan, orang yang terbiasa mencari jamur liar pun masih berisiko keliru membedakannya.

"Jamur beracun dapat terlihat sangat mirip dengan jamur yang dapat dimakan. Racunnya juga belum tentu hilang meski sudah dimasak atau direbus," jelas otoritas kesehatan.

Berdasarkan protokol penanganan keracunan jamur, Chlorophyllum molybdites termasuk salah satu spesies yang paling sering menyebabkan keracunan.

Jamur ini kerap disangka sebagai Termitomyces, yaitu jamur liar yang aman dikonsumsi sehingga banyak orang tidak menyadari perbedaannya.

Yang membuat jamur beracun semakin berbahaya adalah proses memasak tidak selalu mampu menghilangkan kandungan racunnya.

Artinya, meski sudah direbus, ditumis, atau dimasak hingga matang, jamur tersebut tetap dapat memicu gangguan kesehatan.

Gejala keracunan jamur umumnya muncul dalam beberapa jam setelah dikonsumsi. Keluhan yang paling sering terjadi antara lain nyeri perut, mual, muntah, dan diare.

Pada kasus yang lebih berat, racun jamur juga dapat memengaruhi sistem saraf sehingga memicu halusinasi, kejang, kebingungan, kejang otot, bahkan koma.

Otoritas kesehatan pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan memetik atau mengonsumsi jamur liar yang tumbuh di alam.

Jika terlanjur memakannya dan muncul gejala keracunan, segera cari pertolongan medis. "Jika ragu, jangan memetik atau mengonsumsi jamur liar," tegas mereka.

Menyimpan sisa jamur atau memotretnya juga dapat membantu petugas mengidentifikasi jenis jamur penyebab keracunan sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.