TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Syerly akhirnya buka suara terkait video viral yang memperlihatkan dirinya mengucapkan kalimat "Cie, curhat dia bah" saat seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Syerly menegaskan ucapan tersebut sama sekali tidak bermaksud menyindir ataupun merendahkan warga bernama Ulfa yang menyampaikan keluhan soal penerangan jalan di Jalan Tapaneka. Menurutnya, kalimat itu terlontar secara spontan karena dirinya sudah lama mengenal warga tersebut.
"Memang spontan saja. Saya bilang 'Cie, curhat nih'. Tidak ada makna apa-apa karena memang benar dia sedang menyampaikan curhat kepada Pak Wali. Kami sudah lama saling kenal, bahkan ada hubungan kekeluargaan dan sehari-hari juga sering bercengkerama," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika Wali Kota Medan Rico Waas meninjau proyek pengecoran Jalan Tapaneka pada 22 Juli 2026. Saat rombongan hendak meninggalkan lokasi, Ulfa menghampiri wali kota untuk meminta penambahan lampu penerangan jalan (LPJU) karena kawasan tersebut dinilai sepi pada malam hari.
Menurut Sherly, permintaan itu bukan hal baru. Kelurahan Paya Pasir bahkan telah mengusulkan pemasangan LPJU kepada Dinas Perhubungan sejak sekitar satu tahun lalu.
"Permohonan sudah kami ajukan sejak tahun lalu. Waktu itu memang ada program pendataan titik lampu jalan. Selain itu, laporan juga kami masukkan melalui program Sapa di kecamatan," katanya.
Sherly membenarkan bahwa selama ini lampu di sekitar rumah Ulfa dipasang menggunakan dana pribadi warga tersebut.
Karena mengetahui kondisi itu, ia mengaku tidak heran ketika Ulfa menyampaikan langsung keluhannya kepada wali kota.
"Sebelum Pak Wali datang pun dia sudah cerita sama saya kalau lampu itu dipasang pakai uang pribadinya. Saya tahu kondisinya, makanya ketika dia menyampaikan ke Pak Wali, saya spontan bilang 'Cie, curhat nih'," ucapnya.
Ia juga membantah tudingan yang menyebut dirinya mengucapkan kalimat "Cie, curhat nih bah" sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.
"Saya tidak bilang 'bah'. Yang saya ucapkan hanya 'Cie, curhat nih ye'. Mungkin karena angin atau kualitas rekaman, terdengar berbeda," katanya.
Sherly mengungkapkan kawasan Jalan Tapaneka memang minim permukiman sehingga suasananya cenderung sepi pada malam hari. Di sepanjang ruas jalan tersebut, kata dia, hanya terdapat beberapa rumah warga, gudang, kawasan perusahaan, dan tambak.
"Makanya warga memang membutuhkan penerangan jalan karena kondisi di sana cukup sunyi," ujarnya.
Selain menjelaskan soal video viral, Sherly juga meluruskan informasi mengenai maraknya aksi begal di Jalan Tapaneka.
Ia mengatakan, sejauh yang diketahuinya belum pernah terjadi pembegalan sepeda motor di kawasan tersebut. Insiden yang pernah terjadi lebih tepat disebut sebagai aksi jambret.
Sherly menceritakan, korban saat itu merupakan seorang pelajar yang sedang berjalan sambil memainkan telepon genggam menuju sekolah.
Pelaku yang mengendarai sepeda motor kemudian memepet korban dan berusaha merampas tasnya. Korban sempat mempertahankan tas tersebut hingga talinya putus, sementara pelaku melarikan diri.
"Itu bukan begal seperti yang ramai sekarang. Menurut saya itu jambret karena yang dirampas tas dan handphone korban," ujarnya.
Ia mengaku sempat mengunjungi korban usai kejadian untuk memberikan dukungan sekaligus mengingatkan agar lebih berhati-hati ketika melintas di jalan yang sepi.
Terkait polemik video viral tersebut, Syerly mengaku telah memenuhi panggilan Inspektorat Kota Medan.
"Kami sudah dipanggil dan sudah diproses," katanya.
"Saya belum membaca rilis dari Pemko, jadi belum tahu isinya seperti apa," pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Rico Waas mengatakan Pemerintah Kota Medan menghormati proses pemeriksaan yang sedang dilakukan Inspektorat. Katanya, Pemko Medan akan mengikuti seluruh mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalau memang ditemukan adanya pelanggaran, kita ikuti prosesnya sesuai aturan yang ada. Saat ini semuanya masih dalam proses pemeriksaan Inspektorat," ujar Rico Waas, Rabu (29/7/2026).
Menanggapi polemik yang berkembang, Pemerintah Kota Medan langsung mengambil langkah dengan memeriksa Syerly melalui Inspektorat Kota Medan.
(Dyk/Tribun-Medan.com)