TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Meninggalnya Ine Katarina atau Oma Katarina, sesepuh Kampung Adat Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (28/7/2026), mengundang duka dari wisatawan yang pernah berkunjung ke desa wisata tersebut.
Melalui media sosial, mereka mengenang sosok perempuan berusia 95 tahun itu dengan membagikan foto dan cerita saat berinteraksi dengannya. Mereka mengenang Ine Katarina sebagai sosok yang selalu menyambut tamu dengan senyum hangat dan keramahan yang menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke Wae Rebo.
Bagi wisatawan, Ine Katarina merupakan salah satu figur yang identik dengan Kampung Adat Wae Rebo. Ia kerap duduk di depan rumah utama Mbaru Niang pada pagi hari sambil menjual gelang tangan hasil buatannya.
Ine Katarina tidak hanya menjual hasil kerajinannya, tetapi juga memakaikan gelang tersebut langsung kepada para pembeli. Interaksi sederhana itu menjadi pengalaman yang banyak diabadikan wisatawan.
Baca juga: Wae Rebo Masih Tutup karena Cuaca Buruk, Ini Kampung Tradisional di Manggarai Jadi Alternatif Wisata
Beberapa wisatawan yang pernah menginap di rumah utama Mbaru Niang juga mengenang kesempatan berbincang dan makan bersama Ine Katarina.
Mereka menyebut perempuan sepuh itu sebagai sosok yang ramah, senang bercerita, dan membuat tamu merasa diterima sebagai bagian dari keluarga.
Meski telah berusia hampir 96 tahun, Ine Katarina dikenal masih aktif beraktivitas. Pendengarannya masih baik dan ia tetap melayani wisatawan yang datang ke Wae Rebo.
Sejumlah wisatawan melalui media sosial menyampaikan rasa kehilangan sekaligus bersyukur pernah bertemu dengan sosok yang mereka sebut sebagai wajah keramahan Wae Rebo.