TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (Gentaskin) Batch II Tahun 2026 menggelar pelatihan pembuatan pakan ayam petelur fase layer dan pupuk bokasi bagi masyarakat Desa Watowara, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan desa.
Kegiatan itu diikuti 35 kepala keluarga penerima bantuan ayam petelur dalam Program Ketahanan Pangan 2026, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Tim Penggerak PKK Desa Watowara, kelompok tani, hingga siswa SMK Negeri 1 Titehena, Rabu (29/7/2026).
Mahasiswa memperagakan cara membuat pakan ayam petelur menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh di sekitar desa. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi sehingga masyarakat mampu memelihara ayam petelur secara mandiri.
Baca juga: Mahasiswa KKN GENTASKIN Unipa Olah Lahan Kebun Gizi di Desa Sisir Manggarai Timur
Selain pelatihan pembuatan pakan, mahasiswa juga mendemonstrasikan pembuatan pupuk bokasi sebagai alternatif pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Sebelum praktik dimulai, peserta mendapat edukasi mengenai teknik pemeliharaan ayam petelur, manajemen pemberian pakan, manfaat pupuk organik, serta dampak penggunaan pupuk kimia secara berlebihan terhadap kesuburan tanah.
Kegiatan tersebut merupakan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilakukan mahasiswa selama masa observasi di Desa Watowara.
Program KKN Tematik Gentaskin Batch II 2026 sendiri melibatkan mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi di Pulau Flores, yakni Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, STKIP Citra Bakti Ngada, Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa, Universitas Santa Ursula Indonesia Ende, Universitas Flores, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Universitas Nusa Nipa Maumere, serta IKTL Larantuka.
Kolaborasi tersebut diinisiasi LLDIKTI Wilayah XV bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, dan berbagai mitra pembangunan untuk mendukung percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Kancilan Flores, Burung Endemik yang di Manggarai Disebut "Kaka Ngkiong" dan di Ende "Garugiwa"
Sisilia Bura Darang, anggota PKK Desa Watowara, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih karena mendapat ilmu baru tentang cara membuat pakan ayam dan pupuk bokasi. Pengetahuan ini sangat bermanfaat, dan saya akan membagikannya kepada anggota PKK lainnya agar semakin banyak masyarakat yang bisa menerapkannya," kata Sisilia.
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya membantu masyarakat menghemat biaya pemeliharaan ayam petelur, tetapi juga membuka peluang meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha peternakan dan pertanian yang lebih mandiri.