Pemprov Babel Minta Persetujuan DPRD Pinjam Rp 293 Miliar, Bangun Rumah Sakit Stroke dan Jantung
Ardhina Trisila Sakti July 29, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel) berencana meminjam dana Rp 293 Miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke ke Bank SumselBabel.

Peminjaman tersebut dibahas DPRD Babel, pada tahapan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. 

Dengan rencana nominal dipinjam ke Bank SumselBabel sebesar Rp 293.312.357.000, dengan jangka waktu pinjaman selama tiga tahun.

Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Hidayat Arsani mengatakan peminjaman dilakukan karena terbatasnya anggaran APBD Babel saat ini. 

"Itu kita pinjam, kalau kita tidak pinjam tidak bisa bangun. Rumah sakit jantung, stroke harus ada di Babel. Kita harus bangun, kita harus minjam, uang kita pas-pas," kata Gubernur Babel Hidayat Arsani kepada Bangkapos.com, Rabu (29/7/2026) di DPRD Babel.

Dia menambahkan, rumah sakit jantung dan stroke harus terpisah dengan rumah sakit umum miliki provinsi yang ada saat ini.

"Tidak bisa karena itu terpisah, jantung stroke terpisah. Kita usulkan pembangunan hampir Rp 300 Miliar bertahap. Yang penting kita berdoa supaya rumah sakit ini menolong orang se-Bangka Belitung. Jangan sampai orang ke Jakarta ke Palembang lagi, kasihan," tutupnya.

Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar membenarkan adanya pengajuan yang dilakukan Pemprov Babel ke DPRD terkait rencana pembangunan rumah sakit khusus jantung dan stroke.

"Betul pemerintah ada mengajukan ke DPRD berkaitan dengan rencana pemerintah daerah, dan sesuai dengan visi-misinya Gubernur untuk meningkatkan layanan kesehatan. Khususnya pembangunan rumah sakit yang fokus pada penanganan jantung dan stroke," lanjutnya.

Dia menambahkan, untuk mewujudkan visi misi itu diperlukan tambahan anggaran melalui proses peminjaman. 

"Telah dibahas DPRD dari Komisi II melakukan pembahasan, bersama dengan pemerintah daerah ada Sekda, Biro Keuangan dan sebagainya. Apa yang diajukan Gubernur masih menjadi bagian dari visi misi pemerintah daerah," katanya.

Menurutnya, pembangunan rumah sakit jantung menjadi program prioritas Gubernur, sehingga harus memang dilakukan. 

"Upaya untuk melakukan itu apakah dengan optimalkan pendapatan yang ada, atau mencari alternatif pembiayaan lain. Itu menjadi pembicaraan yang akan dibahas bersama," ujarnya.

Dia menilai, dari sisi legislatif masih dalam pembahasan. Karena pembahasan di DPRD Babel melibatkan semua Komisi, Badan Anggaran dan juga Fraksi. 

"Tentu kami akan mendengar semua masukan dari semua alat kelangkapan dewan. Fraksi Golkar mendukung Gubernur dalam mewujudkan visi misinya," katanya.

Terkait kondisi efisiensi, disampaikan Eddy, dilakukan hanya terhadap kegiatan yang tidak bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

"Efisiensi itu adalah hal-hal yang kita lakukan terhadap kegiatan yang tidak bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Tentu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, apa yang menjadi visi misi Gubernur bukan untuk hal yang diefisiensikan," lanjutnya.

Eddy menambahkan, sejumlah alternatif tempat untuk mendorong pembiayaan pekerjaan itu sudah dipikirkan oleh pemerintah dengan melihat kemampuan daerah.

"Tentu juga kita akan melihat bagaimana kemampuan keuangan daerah untuk membayarnya nanti. Itu akan menjadi pertimbangan, kita akan bekerjasama," tutupnya. 

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.