Bos BGN Evaluasi! Perketat Pengawasan MBG, Siapkan Sistem IT Pantau Proses Produksi Makanan
Nathanael MoerRahardian July 29, 2026 10:42 PM

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengatakan tengah menyiapkan sistem digital untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, sistem IT ini akan mengawasi seluruh proses penyediaan makanan. 

Yakni, mulai dari bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga makanan diterima dan dikonsumsi para siswa.

Sudaryono pada Rabu (29/7), menyatakan, setiap tahapan akan dicatat dalam sistem. 

Selain itu, proses pengembalian dan pencucian wadah makanan, serta pembelian bahan baku juga akan dipantau melalui sistem tersebut.

Sudaryono menegaskan, langkah ini dilakukan agar kualitas MBG tetap terjaga. 

"Kami sudah membangun sistem IT-nya, ya. Bagaimana memastikan dari mulai nyacah kol sampai dengan dimasak, dimasak berapa lama, suhunya berapa, kemudian matang berapa, didinginkannya sekian lama, kemudian dibungkus berapa, kemudian di-deliver berapa lama, diterima jam berapa, dimakan jam berapa, selesai makan jam berapa, dibawa ompreng-nya pulang ke dapur, dicuci bersih, selesai jam berapa. Jadi ada log-log seperti itu, termasuk pembelanjaan bahan baku," jelasnya.

Kemudian, seluruh dapur penyedia makanan menjalankan standar operasional yang sama.

Sudaryono memastikan semua dapur SPPG harus melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) tersebut.

Ia menekankan, platform sistem monitoring MBG ini diperkirakan akan rampung 1-2 pekan kedepan.

Evaluasi ini dilakukan seusai ditemukannya tiga masalah besar dalam tubuh BGN. 

Salah satunya ialah adanya dugaan tindakan korupsi di lembaga tersebut. 

Sebagai informasi, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, 61,6 persen responden mengaku kurang puas atau tidak puas sama sekali dengan program MBG.

Menurut Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, 33,8 persen responden menyatakan puas atau sangat puas.

Deni menyebut, salah satu penyebab turunnya tingkat kepuasan publik ialah kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pimpinan BGN. 

Lalu, pelaksanaan program, seperti kasus keracunan makanan dan tata kelola yang dinilai belum optimal, turut memengaruhi survei tersebut.

Sebelum survei ini dirilis, Kepala BGN, Sudaryono melakukan evaluasi menyeluruh. 

Sudaryono pada Senin (27/7) menyatakan, telah memecat 261 pegawai non-ASN di BGN. 

Pemberhentian dilakukan karena 261 orang melakukan pelanggaran disiplin dan aturan.

Lanjut, Sudaryono juga menyatakan sudah menutup permanen 883 dapur SPPG. 

Keputusan itu diambil karena ada beberapa faktor yang dianggap fatal. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.