TRIBUNWOW.COM – Satpam berinisial TRS diduga menjadi otak pencurian di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan RE Martadinata, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Barang yang dilaporkan hilang meliputi sekitar 1.700 ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG), satu unit genset, printer, kompor, blender, hingga recorder CCTV.
Seluruh barang tersebut merupakan perlengkapan yang disiapkan untuk menunjang operasional dapur SPPG.
Kasus pencurian terungkap saat petugas melakukan pengecekan di lokasi.
Nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh penyidik. Namun, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta hingga mendekati ratusan juta rupiah.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, TRS diduga menjual barang hasil curian untuk membeli narkotika jenis sabu.
Hasil tes urine juga menunjukkan TRS positif mengandung amfetamin dan metamfetamin.
"Hasil jual ompreng MBG buat beli paket sabu," kata Bambang, Rabu (29/7/2026).
Ompreng dijual per kilogram
Bambang menjelaskan, ompreng dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram, sedangkan genset dijual seharga Rp3,5 juta melalui marketplace.
"Pelaku menjual kepada penadah berinisial H yang saat ini masih DPO," ujarnya.
Baca juga: Kemensos Beri Beasiswa Anak Satpam Waduk Purwakarta hingga Kuliah
Polisi menyebut TRS melakukan aksi tersebut bersama tiga orang lainnya, yakni DC, GZ, dan H.
Tiga tersangka, yakni TRS, DC, dan GZ, telah ditangkap pada Minggu (26/7/2026).
Sementara itu, tersangka H masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Pengelola dapur baru mengetahui saat pengecekan
Pemilik dapur SPPG, Wiman, mengatakan pihaknya baru mengetahui pencurian tersebut saat melakukan pengecekan lokasi.
"Kami datang untuk melakukan pengecekan. Ternyata ompreng, genset, dan perlengkapan lainnya sudah tidak ada. Kami tentu bertanya-tanya," ujar Wiman.
Selain kehilangan perlengkapan operasional, pengelola juga mendapati sistem kamera pengawas tidak lagi berfungsi.
Baca juga: NEKAT! Satpam Curi Ompreng MBG, Pelaku Pakai Uang untuk Beli Sabu
Setelah diperiksa, recorder CCTV diketahui telah hilang sehingga rekaman tidak dapat diakses.
"Setelah dicek, ternyata recorder CCTV juga sudah tidak ada sehingga CCTV tidak berfungsi," katanya.
Wiman mengatakan seluruh rincian kerugian telah disampaikan kepada penyidik untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Kalau untuk perkiraan kerugiannya memang sudah kami serahkan kepada penyidik untuk diproses lebih lanjut," tuturnya.
Meski mengalami kerugian, Wiman memastikan pihaknya tetap fokus mempersiapkan dapur agar dapat segera beroperasi dan melayani masyarakat.
"Kami fokus bagaimana dapur ini bisa segera memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Kami juga terus berkoordinasi sambil menunggu kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN)," ujarnya. (*)