Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perubahan cara masyarakat membeli perlengkapan haji, umrah, hingga oleh-oleh khas Tanah Suci mendorong pelaku ritel beradaptasi.
Jika sebelumnya konsumen lebih banyak mengandalkan toko fisik, kini mereka semakin memanfaatkan kanal digital.
Head Business Development Bursa Sajadah, Afrizal Juansyah mengatakan pihaknya tidak lagi hanya mengandalkan jaringan toko fisik untuk menjangkau konsumen.
Saat ini, seluruh gerai telah terintegrasi dengan berbagai kanal digital, mulai dari media sosial hingga marketplace.
"Sebenarnya kami fokus di offline. Kami memiliki 12 cabang yang tersebar di sembilan kota. Tetapi untuk online kami juga hadir melalui Instagram, TikTok, serta marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop. Jadi semuanya bisa dibeli," ujarnya di Jalan Citarum, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).
Afrizal menuturkan, konsep yang dikembangkan bukan memilih antara toko fisik atau digital, melainkan menghubungkan keduanya melalui sistem omnichannel.
"Kami dari omnichannel. Offline dan online semuanya terhubung," katanya.
Dia menjelaskan, Bursa Sajadah ingin menjadi one stop shopping bagi kebutuhan jamaah haji dan umrah, mulai dari perlengkapan ibadah hingga oleh-oleh khas Timur Tengah.
Menurutnya, layanan tersebut juga menjawab kebutuhan jamaah yang ingin lebih fokus menjalankan ibadah tanpa harus menghabiskan banyak waktu berburu oleh-oleh selama berada di Tanah Suci.
"Kami ingin masyarakat Indonesia fokus untuk umrah dan hajinya, fokus ibadah di sana. Oleh-olehnya serahkan ke Bursa Sajadah. Bahkan kadang jamaahnya belum pulang, oleh-olehnya sudah kami kirim ke rumah," ujarnya.
Dia menambahkan, meski produk tersedia di toko maupun marketplace, program promosi yang diberikan disesuaikan dengan karakter masing-masing kanal penjualan.
"Campaign kami tidak seragam semua. Kadang di Shopee ada promo saat twin date, sementara di toko bisa ada promo buy one get one atau buy two get one. Yang jelas customer tetap mendapatkan benefit yang menarik," katanya.
Afrizal juga menilai pasar Bursa Sajadah kini tidak hanya berasal dari calon jamaah haji dan umrah.
Produk-produk seperti kurma, air zamzam, parfum Arab, hingga paket bingkisan juga banyak dicari masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara keagamaan.
"Walaupun kami dikenal sebagai pusat perlengkapan haji dan umrah, customer kami tidak melulu yang ingin berangkat umrah. Ada yang membeli kurma karena gaya hidup sehat, ada juga yang membutuhkan paket untuk selamatan atau tahlilan. Jadi tidak perlu lagi membeli di beberapa tempat karena semuanya sudah tersedia," ujarnya.
Strategi tersebut turut diperkuat melalui penyelenggaraan roadshow HAJJWALK 2026 yang digelar di Cirebon dan Bandung sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Dalam kegiatan itu, Bursa Sajadah memperkenalkan berbagai perlengkapan yang umum dibutuhkan jamaah, mulai dari mukena travel, abaya, gamis syar'i, khimar, jilbab, baju koko, sarung, kain ihram, sajadah travel, sabuk haji, sandal ihram, hingga produk pendukung seperti parfum, perawatan kulit halal, dan paket oleh-oleh khas Timur Tengah.
Dia menambahkan, selain memperkenalkan koleksi tersebut, roadshow juga menjadi wadah mempertemukan perusahaan dengan biro perjalanan haji dan umrah, reseller, serta komunitas muslim untuk memperluas jejaring kemitraan.