Baca juga: 4 Jam Pencarian, Bocah Tenggelam di Sungai Keruk Kertapati Palembang Ditemukan Meninggal Dunia
SRIPOKU.COM, MUARA ENIM — Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, seorang pelajar berinisial MGF (12), warga Bukit Agung RT 03 Dusun II, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Enim, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Lawang Kidul Iptu Chandra Kirana, S.H., M.H., menjelaskan bahwa korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat korban bersama dua orang rekannya berenang dan mengikuti arus Sungai Enim dari kawasan jembatan gantung Desa Keban Agung.
Korban diduga kelelahan hingga tidak mampu bertahan melawan arus dan akhirnya tenggelam.
Tim gabungan yang menerima laporan langsung bergerak melakukan penyisiran pada hari pertama.
Namun, karena kendala teknis dan kondisi malam hari yang tidak memungkinkan, pencarian terpaksa dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.
"Pada Selasa sore sekitar pukul 17.30 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh warga bersama tim pencari dalam kondisi meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi awal tenggelam, tepatnya di aliran Sungai Enim, Jalan Lintas Baturaja–Muara Enim," ungkap Iptu Chandra Kirana, Rabu (29/7/2026).
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bersama Tim SAR PT Bukit Asam dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
"Saat ini korban telah dimakamkan pada malam harinya sekitar pukul 19.10 WIB di Tempat Pemakaman Umum [TPU] Bukit Agung, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul," imbuhnya.
Imbauan Kepolisian
Menanggapi insiden tersebut, Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di area perairan yang berpotensi membahayakan seperti sungai, danau, maupun kolam.
Orang tua diharapkan aktif memberikan pemahaman agar anak-anak tidak berenang di sungai tanpa pengawasan ketat orang dewasa atau memaksakan diri turun ke air jika tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk sigap melaporkan kejadian darurat kepada aparat berwenang agar proses pertolongan dapat dilakukan secara cepat dan tepat guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.