TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Setiap anak, di mana pun mereka tumbuh, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk membaca, berimajinasi, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh perhatian.
Semangat inilah yang diwujudkan Asosiasi Alumni Penerima Beasiswa Tanoto Foundation Medan melalui kegiatan literasi dan kreativitas bagi anak-anak di Panti Asuhan St. Angela dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42.
Sebagai organisasi alumni yang tergerak untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, mereka mengambil peran sebagai inisiator kegiatan sosial berdampak.
Pada Sabtu (25/7), mereka menggelar sebuah aksi literasi dan kreativitas bertajuk “Misi untuk Raka: Bermain, Bergerak, dan Berkarya Tanpa Gawai”.
Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar perayaan Hari Anak Nasional.
Sebagai organisasi yang mewadahi para alumni penerima beasiswa Tanoto Foundation, mereka percaya bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk terus memberi dampak positif bagi masyarakat.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, para alumni ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mengingatkan bahwa dunia di luar gawai masih menyimpan begitu banyak pengalaman yang layak dijelajahi.
Siang itu, suasana panti berubah riuh nan hangat. Anak-anak panti asuhan duduk melingkar, menyimak alur cerita dari buku “Misi untuk Raka”, buku cerita anak keempat dalam seri buku anak Tanoto Foundation yang diluncurkan pada Mei 2026.
Buku ini merupakan hasil kolaborasi Tanoto Foundation bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai upaya menghadirkan bacaan berkualitas yang mendorong anak-anak untuk belajar, berimajinasi, dan menikmati aktivitas yang sehat serta menyenangkan tanpa gawai.
Buku ini dibacakan secara interaktif oleh para anggota asosiasi alumni, dengan mengajak anak-anak menyelami pesan bahwa ada dunia luas di luar sana yang jauh lebih seru dan bermakna untuk dijelajahi di luar gawai.
Sesi membaca tak berjalan satu arah. Gelak tawa pecah ketika terjadi tanya jawab dan diskusi ringan. Dengan kepolosan dan rasa percaya diri yang makin memancar, beberapa anak berani berdiri untuk menceritakan kembali bagian cerita yang paling menyentuh hati mereka.
Tak berhenti di situ, meja-meja belajar panti segera dipenuhi goresan warna-warni. Dalam sesi mewarnai buku aktivitas, imajinasi anak-anak dibiarkan terbang bebas.
Di samping mereka, para anggota asosiasi alumni mendampingi dengan telaten, membantu anak cara menggunakan krayon, memberikan dorongan semangat, hingga merayakan setiap detail karya kecil yang berhasil diselesaikan anak-anak.
Kemeriahan berlanjut lewat deretan permainan kelompok yang dirancang untuk melatih kerja sama, keberanian, dan interaksi positif.
Di panti ini, di antara riuh tepuk tangan dan tawa riang, terbukti bahwa keceriaan dapat dihadirkan secara utuh melalui interaksi fisik dan kebersamaan yang tulus.
Project Leader kegiatan, Tampe Tuah Malem Ginting, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan alternatif ruang bermain yang lebih sehat bagi anak-anak di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap aktivitas yang semakin didominasi penggunaan gawai.
“Melalui cerita, mewarnai, dan permainan bersama, kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar dan mengisi waktu dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, kreatif, dan menyenangkan. Kebersamaan yang terbangun juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini,” ungkap Tampe.
“Agar manfaat kegiatan dapat terus dirasakan setelah acara berakhir, Asosiasi Alumni Penerima Beasiswa Tanoto Foundation Medan menyerahkan perlengkapan literasi dan buku cerita "Misi untuk Raka" agar dapat terus dimanfaatkan oleh pengelola panti secara berkelanjutan”, jelasnya.
Buku "Misi untuk Raka" tidak hanya menghadirkan kisah yang dekat dengan keseharian anak, tetapi juga dilengkapi panduan praktis bagi orang tua dan pengasuh melalui prinsip 3S: screen time, screen break, dan screen zone, untuk membantu menciptakan pola pengasuhan yang sehat dan seimbang di rumah.
Agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak keluarga di Indonesia, buku ini tersedia dalam format cetak dan juga dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi Tanoto Foundation.
Alumni yang Terus Berdampak
Asosiasi Alumni Penerima Beasiswa Tanoto Foundation Medan adalah bagian dari Asosiasi Alumni Penerima Beasiswa Tanoto Foundation yang tersebar di seluruh Indonesia.
Anggotanya terdiri dari para alumni penerima beasiswa perguruan tinggi dari Tanoto Foundation khususnya di universitas mitra di Sumatra Utara ataupun dari kampus lain namun berdomisili di Sumatra Utara.
Semangat untuk terus memberi dampak telah ditanamkan sejak para penerima beasiswa masih berstatus Tanoto Scholar (sebutan untuk penerima beasiswa Tanoto Foundation).
Selain memperoleh dukungan pendidikan, mereka juga dibekali pengalaman kepemimpinan, pengembangan karakter, dan didorong untuk berkontribusi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian.
Nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika mereka lulus, melainkan terus dilanjutkan melalui berbagai inisiatif sosial yang dijalankan bersama dalam wadah asosiasi alumni.
Melalui kegiatan-kegiatan seperti yang dilakukan di Panti Asuhan St. Angela, para alumni berupaya menerjemahkan nilai kepemimpinan tersebut menjadi aksi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat di sekitar mereka.
Semangat Hari Anak Nasional
Senja di Panti Asuhan St. Angela ditutup dengan momen makan bersama. Anak-anak panti, pengelola, hingga para alumni duduk sejajar merayakan momen ramah tamah yang cair dan penuh kekeluargaan.
Tak ada batasan, yang ada hanya ikatan persaudaraan yang makin erat.
Bagi anak-anak di Panti Asuhan St. Angela, Hari Anak Nasional tahun ini mungkin akan dikenang sebagai hari yang dipenuhi cerita, warna, permainan, dan tawa.
Namun bagi para alumni Tanoto Foundation, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak selalu dimulai dari langkah-langkah besar.
Terkadang, kepemimpinan hadir melalui kesediaan meluangkan waktu untuk membacakan cerita, menemani anak-anak berkarya, dan menciptakan ruang agar mereka merasa didengar, dihargai, dan berani bermimpi.
Inilah semangat yang terus dibawa para alumni Tanoto Foundation: meneruskan kesempatan yang pernah mereka terima menjadi kesempatan baru bagi generasi berikutnya.
Dengan cara itu, Hari Anak Nasional tidak hanya diperingati sebagai sebuah momentum, tetapi dihidupkan melalui aksi nyata yang memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
(*/tribun-medan.com)